LABUAN BAJO, NTTPEMBARUAN.com – Hingga kini keluhan masyarakat terkait ketiadaan jaringan telepon dan internet di Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat belum juga terjawab oleh Dinas Infokom yang belum lama ini menerangkan bahwa dalam waktu dekat ini akan membangun Base Transceiver Station (BTS) di wilayah tersebut.

Terkait hal itu, anggota DPRD Mabar, Paskalis Yosep Sudario dari Fraksi Demokrat ikut bersuara.

Ia mendorong masyarakat untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas Infokom Mabar untuk menanyakan kepastian waktu membangunnya.

“Kalau Kepala Dinas Infokom Manggarai Barat sudah menjanjikan itu maka sebaiknya masyarakat atau tokoh masyarakat dari Desa Tanjung Boleng itu mendatangi Kepala Infokom lagi untuk menagih janjinya itu,” saran Sudario saat dimintai pendapatnya di Kantor DPRD Manggarai Barat, Senin (11/4/2022).

Menurutnya, hal ini penting sinergi antara masyarakat dengan DPRD untuk memperjuangkan apa yang menjadi keluhan masyarakat setempat.

“Jadi ada sinergi antara DPRD sebagai wakil masyarakat dan tokoh masyarakatnya. Saya kira ini penting karena bagaimanapun memperjuangkan sesuatu harus sinergi antar masyarakat, legislatif dan eksekutif,” urainya.

Soal kebutuhan jaringan internet dan jaringan telepon untuk dua lembaga pendidikan yang ada di kampung itu, ia mengatakan agar pemerintah desa harus mendorong hal tersebut.

” Benar ada SD, dan SMP di sana. Intinya, ada kerja sama antara masyarakat dengan kami sebagai wakil rakyat. Apa lagi sekarang Dinas Infokom sudah menjanjikan, berarti BTS-nya sudah disiapkan. Mari, kita sama-sama memperjuangkan.

Apa lagi, masyarakat sudah menyiapkan lahannya. Saya yakin akan trealisasi,” ujarnya penuh optimis.

Sebagai anggota DPRD dari Dapil 1, ia berjanji akan memperjuangkan itu.

Sebelumnya,

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Setahu mengatakan, terkait keluhan masyarakat Dusun Kokor, pihaknya akan berusaha membangun BTS di wilayah tersebut.

“BTS sekarang sudah 65 titik dan rencananya Tahun 2022 ini nanti ada lagi 24 BTS. Sedangkan, terkait keluhan kesulitan jaringan telepon dan internet dari masyarakat Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng itu nanti BTS-nya kita relokasi dari lokasi yang sudah ada jaringan komersialnya, sedangkan BTS -nya kita pindahkan ke sana,” janji Paulus Setahu kepada media ini di Labuan Bajo, belum lama ini.

Ketika di tempat itu ada tower komersialnya, maka tower pemerintah harus direlokasikan ke tempat lain.

Dikatakannya, untuk membangun BTS di dusun tersebut, masyarakat desa setempat menyediakan lahan umum dari pemerintah desa atau lahan yang dihibahkan.

“Yang dipersiapkan di sana itu nanti lahan umumnya atau mungkin ada lahan umum dari pemerintah desa untuk bisa digunakan pemasangan tower. Kalau tidak ada lahan untuk umum ada lahan yang dihibahkan. Karena terus terang BTS ini kan bantuan Menteri Kominfo. Kalau sudah siapkan lahannya, maka tim kita langsung turun survey ,” jelas Paulus.

Terkait kendala jaringan telepon dan internet yang dialami kedua lembaga pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Dusun Kokor tersebut, kata dia, bisa diusulkan melalui Dinas Infokom Mabar untuk diteruskan ke pusat.

“Keluhan masyarakat tetap kita respek. Saya senang seperti itu, karena selama ini kami taunya hanya di pusat Desa Boleng itu sudah ada BTS-nya. Padahal, ada tempat-tempat tertentu yang belum ada jaringannya di sana karena memang Tanjung Boleng itu wilayahnya luas sekali,” kata Paulus.

“Untuk akses internet, kita sudah pasang 206 titik BTS tersebar di beberapa dev sa di Manggarai Barat. Tinggal 12 desa saja yang belum ada jaringan. Dari 12 desa itu, 7 desa diantaranya sementara dikerjakan BTS-bnya. Sementara 5 desanya belum,” sebut Paulus.(fon)