LABUAN BAJO, NTTPEMBARUAN.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Johanes Mat Ngare melakukan reses di Kampung Waemasa, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (7/4/2022).

Saat itu, masyarakat keluhkan air bersih dan meminta anggota DPRD NTT dari Partai Perindo itu memperjuangkannya.

Masyarakat juga mengaku baru pertama kali Anggota DPRD melakukan reses di Desa mereka.

Sebelumnya tidak ada satupun anggota DPRD yang datang menyerap aspirasi masyarakat di wilayah itu.

“Saya datang di sini untuk dengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat. Mari kasi usulan kepada saya, saya akan jawab dengan dana pokir yang ada di saya. Untuk menjawab keinginan itu adalah yang disampaikan tertulis melalui proposal itu, saya akan jawab melalui dana pokir yang ada pada saya” ujar Johanes Mat Ngare kepada media ini, Kamis (7/4/2022) di Waemasa.

Kata dia, kegiatan tersebut akan terus dilakukan sampai dengan Desember Tahun 2023, di 3 kabupaten di Manggarai. Kegiatan-kegiatan ini saya akan jalan terus sampai dengan Desember Tahun 2023 di 3 kabupaten di Manggarai. Saya pasti dipandu dan tergantung kepada jadwal yang dibuat oleh teman-teman di DPD II Perindo di 3 kabupaten di Manggarai. Saya lagi tunggu apa jadwal berikut dimana yang dibuat oleh Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat dan jajarannya. Saya siap dan selalu siap untuk hadir,” katanya.

Terkait keluhan masyarakat, menurutnya, secara umum masalah yang disampaikan terkait kesejahtraan yang terdiri dari air minum, dan kesejahtraan untuk menopang ekonomi.

“Tiga Manggarai ini ada kesamaan, mirip 90% sama. Urusan tentang urusan yang namanya kesejahtraan yang terdiri dari air minum, kesejahtraan apa yang dia buat untuk menopang ekomomi keluarga dalam bentuk peliharaan ternak apakah kambing atau babi. Saya mengharapkan pertma sekali apa yang mereka usulkan tadi secara lisan itu dilaksanakan betul dan itu saya tunggu,” jelasnya.

Proposal yang menjadi usulan masyarakat nantinya bisa diserahkan secara langsung maupun melalui DPD II Perindo Mabar.

” Nanti pada saatnya saya akan serahkan secara langsung karena dana itu melekat sama saya tapi saya tidak bisa pakai taro di saku tapi saya pakai untuk jawab usulan dari masyarakat setempat,” tandas dia.

Senada dengan itu, Ketua DPD Perindo Mabar, Stanislaus Stan mengatakan kegiatan reses tersebut merupakan kali pertama untuk anggota DPRD NTT yang datang ke Kampung Waemasa tersebut.

“Pendekatan kemanusiaan seperti ini bukan kali pertama untuk kita. Saya kira sebagai orang Mbeliling saya sangat bangga ini kali pertama seorang anggota DPRD yang menggunakan hak keanggotaan DPRD-nya melalui dana pokir, pertama kunjung di Desa Golo Damu ini,”katanya.

Dijelaskannya, bukan tanpa alasan, dirinya merupakan putra asal Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Perindo Mabar.

“Saya pikir ini bukan tanpa alasan, saya sendiri menyadarkan bahwa sayalah yang sulung dan satu-satunya orang Mbeliling yang memang menjabat salah satu ketua partai yang punya kursinya di DPRD Manggarai Barat. Tentu apa yang terjadi hari ini memang ini adalah rancangan dari DPD Perindo Mabar.

Terkait keluhan masyarakat melalui Perindo NTT saat ini, Stanis Stan optimis semua keluhan itu akan terjawabnya nantinya.

“Saya kira plafon dana dana pokir itu bisa menjawab ini semua.

Jadi memang nanti akan terkonsolidasi melalui proposal tertulis. Di sinilah peran DPD untuk mendampingi seluruh masyarakat sehingga semua usulan ini bisa terkonsolidasi dengan baik melalui proposal tertulis” katanya.

Terkait pembagian Sembako , dirinya mengatakan, pembagian Sembako yang bersamaan dengan kegiatan reses dari Johanes Mat Ngare tersebut merupakan sikap partai.

“Sembako lebih kepada sikap partai, ini lebih kepada sikap Partai Perindo Manggarai Barat. Saya sering bicara di media bahwa memang untuk konteks saat ini kita lebih nomor satukan soal humanis proch (pendekatan kemanuasiaan). Masyarakat kita selama dua tahun lebih ini dilanda krisis yang sangat berat, nah ini soal ekonomi masyarakat pasti sangat terpukul. Bagi kami jalan hotmix itu adalah kebutuhan skunder yang masih bisa ditunda tapi yang paling penting saat ini menjawab kebutuhan masyarakat yang paling mendasar. Nah apa itu? Pangan, sandang dan seterusnya” ujarnya.

“Kami tidak berhenti di sini akan tetapi di tempat lain, bahkan bulan depan mungkin di Desa Tondong Belang dan seterusnya semampu kita. Dan” kita mau buktikan bahwa Perindo juga ada untuk Manggarai Barat” tambahnya.

Sementara itu Kepala Desa Golo Damu, Stefanus Dansi menyampaikan harapan serta merasa bangga atas kehadiran anggota DPRD Provinsi itu dengan Ketua DPD Perindo Mabar Stanislaus Stan.

“Harapan pertama untuk Desa Golo Damu, kami merasa bangga dengan pak Johanes Ngare dan Stanislaus Stan karena putra asli Golo Damu. Memang selama ini dia panggung politik tetapi peran kami sebagai masyarakat sangat merindukan agar beliau itu masuk dalam sistem. Puji Tuhan pak Stanis ini sudah dipilih oleh Partai Perindo sebagai Ketua DPD Mabar. Dan ini harapan besar dari masyarakat Golo Damu” ungkapnya.

Meski Stanis Stan belum menjadi anggota DPRD akan tetapi jiwa kemasyarakatannya sudah layak akan menjadi penyalur aspirasi masyarakat yakni sebagai anggota dewan di masa yang akan datang.

“Sudah sekian kali pesta demokrasi tetapi saya sebagai kepala desa dan masyarakat Golo Damu sangat luar biasa karena menurut kami beliau sudah diuji dan kemasyarakatannya sangat luar biasa. Kalaupun hari ini dia hadir bukan sebagai anggota DPRD tapi tren dia luar biasa kepada masyarakat,” puji Kades Dansi. (fon)