KUPANG,NTT PEMBARUAN.com–Wakil Gubernur NTT, Josef A.Nae Soi beraudiensi dengan para Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) Masyarakat Indonesia Maju Provinsi NTT di ruang kerjanya, Selasa (5/4/2022 ). 

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur NTT menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian serta perhatian yang diberikan oleh para Pengurus DPW Masyarakat Indonesia Maju Provinsi NTT untuk bersama – sama Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan pembangunan bagi Kesejahteraan masyarakat.

“Organisasi apapun yang mempunyai tujuan yang baik dan komitmen serta perhatian terhadap pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini tentu akan diterima dengan baik dan menjadi tugas kita bersama untuk NTT Bangkit, dan NTT Sejahtera,” kata Wagub Nae Soi.

Saat ini Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk dalam 5 daftar provinsi yang memiliki kemiskinan ekstrim dan angka stunting tertinggi di Indonesia.

“Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT juga mengharapkan agar kita bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota bahkan sampai tingkat desa agar masalah kemiskinan dan masalah stunting ini dapat diatasi dengan sebaik- baiknya.

Saya setuju dengan tujuan Organisasi DPW Indonesia Maju ini, untuk membantu masyarakat dan memberdayakan masyarakat dan untuk itu perlu berkoordinasi dengan baik, bagaimana bisa mengeksekusi yang sudah ada, dan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan berbagai bentuk pemberdayaan itu sendiri sebab kesulitan kita di lapangan ini adalah masalah pendanaan. Bagaimana dengan dana yang sangat terbatas bisa di alokasikan dan dianggarkan dengan baik sehingga semua program bisa dikerjakan dan dilaksanakan dengan baik pula untuk kesejahteraan masyarakat. Sebab kita tahu di Provinsi NTT ini bukan saja masalah air tetapi juga bagaimana bisa mengatasi masalah stunting dan masalah gizi bagi ibu dan anak. Untuk itu saya harapkan DPW Indonesia Maju harus bisa berkolaborasi bersama secara teknis dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan bimbingan kepada masyarakat terkait program- program yang ideal dan realistik,” urainya.

Salah satu contoh bimbingan yang bisa di berikan kepada masyarakat khusus untuk masalah gizi bagi ibu dan anak adalah makanan dan minuman yang bergizi bagi kesehatan ibu dan anak dengan mengkonsumsi kelor. Sebab dalam tanaman kelor ini mengandung nilai gizi yang sangat bagus. “Tanaman kelor ini juga dapat di konsumsi oleh kita semua dan sangat baik untuk kesehatan kita. Dengan menanam kelor kita bisa mendapatkan produk- produk gizi yang di hasilkan oleh tanaman berkhasiat ini yang sudah terkenal bukan saja di Indonesia tetapi sudah terkenal di seluruh belahan dunia, karena tanaman ini mengandung nilai gizi yang sangat banyak dan baik untuk kesehatan,” tandas Wagub Nae Soi.

Sementara itu pada tempat yang sama, Ketua DPW Indonesia Maju, Daniel Heri Wadu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Gubernur NTT atas apresiasi dan berkenan menerima para Pengurus DPW Indonesia Maju Provinsi NTT untuk menyampaikan tujuan mereka terkait penanganan masalah stunting di Provinsi NTT.

Daniel Heri Wadu, DPW Indonesia Maju bersama Tim Pakar ITB mengharapkan bisa bersama- sama Pemerintah Daerah bekerjasama membangun Provinsi NTT.

Faktor utama masalah stunting ini adalah tidak tersedianya air bersih yang layak di konsumsi untuk perkembangan ibu dan anak khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Saat ini DPW Indonesia Maju bersama – sama Alumni ITB Jurusan Fisika dan Geologi telah bekerjasama untuk perencanaan wilayah kota khususnya penataan titik- titik sungai bawah tanah. “Kami juga sudah mendapatkan data- data tentang stunting di 14 kabupaten di Provinsi NTT. Kami berkomitmen dengan teknologi tepat guna dan program yang telah di rencanakan oleh Tim kami ini, akan kami kerjakan dengan sebaik – baiknya . Dan salah satu program yang telah kami kerjakan yaitu di Desa Lekbaun, Kecamatan Sulamu sehingga saat ini masyarakat sudah mendapatkan air bersih dan sudah menikmatinya. Dan ke depan kami juga akan terus mencari aset- aset Pemerintah Daerah agar bisa terdata khususnya di pedesaan untuk bisa dimanfaatkan dan kami juga berharap bisa menemukan titik- titik sungai di bawah tanah untuk mendapatkan air bersih sehingga bisa di konsumsi oleh masyarakat,” tutupnya (red/*)