MAKASSAR, NTTPEMBARUAN.com- Sejumlah mahasiswa asal Manggarai yang mengaku sebagai relawan Marselina melakukan penggalangan dana di Kota Makassar.

Mahasiswa yang tergabung dari beberapa organisasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan itu turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana.

Aksi ini dalam rangka menggalang dana untuk kesembuhan balita atas nama Marselina ( 6 ) bulan yang harus dioperasi di Jakarta karena mengidap jantung bocor.

Aksi penggalangan dana di sejumlah lampu merah di Kota Daeng tersebut sudah berjalan sejak 26 Maret 2022 dan akan berakhir tanggal 3 April 2022.

Rifki Hantur, Ketua Koordinator Umum Aksi mengatakan bahwa relawan Marselina adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama mahluk sosial. “Ini adalah musibah yang dialami oleh bayi tersebut dari keluarga yang kurang mampu. Relawan Marselina Makassar adalah salah satu bentuk kepedulian kita sesama mahluk sosial dan apa lagi bencana ataupun musibah yang dialami adik kita Marselina dari keluarga yang notabene kurang mampu, maka wajib hukumnya sesama manusia kita harus saling tolong menolong,” ujar Rifki yang merupakan mahasiswa asal Kabupaten Manggarai dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Sabtu (2/4/2022).

Rifki juga menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekannya yang tergabung dari berbagai organda dari Manggarai Raya di Makassar yang turut mengambil bagian dalam aksi relawan Marselina untuk penggalangan dana.

“Saya berterima kasih kepada kawan-kawan organda Manggarai Raya yang menetap di Kota Makassar dan teman-teman yang selalu turut mengambil bagian dalam aksi penggalangan dana ini. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai mendukung aksi kami terkait musibah yang dialami keluarga Marselina. Setidaknya kehadiran pemeritah bisa meringgankan beban yang mereka hadapi pada saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Rober Dacing, salah satu mahasiswa asal Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai yang ikut berperan aktif dalam aksi tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa tersebut murni kemanusiaan. Menurutnya, karena kedua orangtua dari bayi yang menderita bocor jantung tersebut kekurangan biaya untuk operasi lebih lanjut.

“Ini soal kemanusian, apa lagi orang tua bayi tersebut kekurangan biaya operasi lebih lanjut. Atas dasar itu saya dan kawan-kawan dari setiap organda kecamatan dari Kabupaten Manggarai yang berkedudukan di Makassar lakukan diskusi, dan hasil kesepakatannya melakukan penggalangan dana yaitu turun ke jalan, kemudian bazar tempat.

Bagi saya, ini adalah bentuk kepedulian terhdap sesama manusia, tugas mahasiswa selain dari agen perubahan tentu salah satunya melakukan aksi kemanusiaan bagi orang–orang yang membutuhkan,” urainya.

Dikatakannya, beberapa bulan yang lalu, dokter anjurkan kepada keluarga Marselina untuk operasi ke Jakarta.

” Kita sama–sama tahu, karena kekurangan biaya makanya keluarga tidak berdaya,” kata Robert.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk kedepannya kalau ada bayi cacat fisik maupun mental segera direspon cepat dan diberi insentif kepada keluarga untuk meringankan beban biaya.

“Kalau saya berharapnya ke pemerintah, untuk kedepannya kalau ada bayi cacat fisik maupun mental segera respon cepat dan beri insentif kepada keluarga untuk meringankan beban biaya. Karena ini soal kemanusian, mau tidak mau harus ada dari pemerintah melalui Dinsos.

Sebelumnya diberitakan, Marselina Patut hanya terbaring kaku di rumahnya di Kampung Welu, Desa Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Bayi berumur 6 bulan itu menderita bocor jantung saat lahir pada 30 Oktober 2021 lalu.

Selin, begitu kedua orangtuanya memanggil, dilahirkan di Pustu Welu.

Ia merupakan buah hati pasangan Nikolaus Patut dan Viviati Suriayati Hambur.

Nikolaus mengisahkan, anaknya saat lahir di Pustu Welu lain dari bayi kebanyakan yang mengeluarkan suara tangisan.

Saat itu, Selin hanya diam dan tidak mengeluarkan suara apapun.

Itu sebabnya, petugas Pustu Welu merujuknya untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Pagal, Kecamatan Cibal.

Tidak lama berselang, kisah Nikolaus, bayinya itu dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ia mengaku, setelah dirawat selama dua minggu di RSUD Ruteng, Selin kemudian divonis bocor jantung oleh dokter.

Setelah divonis, Selin sempat dirawat selama tiga bulan satu minggu. Oleh dokter, Selin disarankan untuk beroperasi di rumah sakit di Jakarta.

Setelah mendapatkan saran dokter, Nikolaus pun mengaku bingung lantaran ketiadaan biaya. Itulah sebabnya, ia memilih membawa pulang bayinya ke rumah.

“Saat ini Selin masih di rumah karena belum ada biaya,” kata Nikolaus, Jumat (25/03/2022) lalu.

Ia pun sangat membutuhkan belas kasihan orang lain untuk membantu biaya operasi anaknya.

Sebagai informasi, saat ini Komunitas Relawan Muda Manggarai sedang menggalang bantuan untuk biaya operasi Selin.

Bagi yang tergerak hati, bisa mengirimkan donasinya lewat nomor rekening: BNI 1144060559 atas nama Apriliensi Sindiarti Ampur. Bisa juga kontak melalui nomor handphone: 082 146 040 377 (WhatsApp).(fon/*)