RUTENG, NTT PEMBARUAN.com- Komunitas ekstrakurikuler Pilihan Jurnalistik SMA Negeri 1 Satarmese mengadakan kegiatan pelatihan Google Workspace for Education bagi para guru dan pegawai SMA di lembaga pendidikannya. Bekerja sama dengan konsultan utama program Google Workspace for Education Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi REFO Indonesia memberikan pelatihan bagi guru dan pegawai selama dua (2) hari yakni 30 sampai 31 Maret 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan online di Aula SMA Negeri 1 Satarmese.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Google Certified Educator Veronicus C. A. Littik, S. Pd., Gr dan Google Certifed Educator Danar Wulan, S. Si.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 49 guru dan pegawai yang ada dalam satuan pendidikan SMA Negeri 1 Satarmese dan 4 orang mahasiswa Boedi Utomo yang sedang menjalankan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di lembaga pendidikan itu.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Oktaviani Sandra Rendut, di depan para guru dan pegawai SMA Negeri I Satarmese meyampaikan rasa bangga atas kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi ketua panitia kegiatan besar seperti itu. Menurutnya, kepercayaan itu merupakan hal baru dan jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi di sekolah lain dimana siswa menjadi panitia untuk guru dan pegawai.

“Saya merasa bangga bisa berdiri di hadapan bapak ibu guru saat ini untuk menyampaikan sambutan sebagai ketua panitia dalam kegiatan pelatihan Google Workspace for Education bagi bapak ibu.

Tentu ini merupakan sebuah pengalaman dan sejarah bagi saya dan juga teman-teman kepanitiaan dlam kegiatan besar ini. Ini merupakan hal yang jarang bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi di sekolah lain”, tutur siswa kelas XII MIA 2 SMA Negeri 1 Satarmese dalam press release yang diterima media ini, Kamis (31/3/2022) malam.

Sandra, sapaan akrabnya dalam momen itu, mengajak semua peserta pelatihan agar sekiranya bisa mengikuti kegiatan selama dua hari dengan baik, sehingga akan memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran bagi peserta didik di lembaga pendidikan SMA Negeri 1 Satarmese ke depan.

“Untuk itu, saya mengajak bapak ibu guru dan pegawai yang hadir dalam kegiatan hari ini agar bisa mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan baik. Sehingga, dampaknya tentu akan memberikan sebuah perubahan baik dalam pembelajaran bagi kami semua sebagai siswa di lembaga pendidikan SMA Negeri 1 Satarmese”, ucap Sekretaris Komunitas Ekstrakurikuler Jurnalistik PersSmansa Narang, periode 2021-2022 itu.

Di akhir sambutannya, dia menitipkan sebuah pesan yang cukup menggugah semangat para guru dan pegawai untuk mengikuti pelatihan dengan mengutip kata-kata bijak dari Mario Teguh.

” izinkan saya mengutip kata-kata bijak dari Mario Teguh, ‘orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu dan orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan, “tutup Sandra.

Senada dengan beliau, Koordinator Pembina Komunitas Ekstrakurikuler Jurnalistik ‘PersSmansa Narang, Gregorius Ganggur menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan Google Workspace for Education tingkat SMA Negeri 1 Satarmese adalah sesuatu yang unik, dimana panitia penyelenggara kegiatan adalah siswa-siswi yang tergabung dalam Komunitas e

Ekstrakurikuler Jurnalistik ‘PersSmansa Narang’.

Menurutnya ini adalah hal baik sebagai perwujudan kemitraan antara guru dan murid.

“Kegiatan pelatihan Google Workspace for Education tingkat SMA Negeri 1 Satarmese merupakan sesuatu yang unik dan jarang dilakukan ole lembaga pendidikan lain.

Kegiatan selama 2 hari pelatihan Google Workspace for Education ini diselenggarakan oleh siswa untuk guru dan pegawai.

“Ini merupakan hal baik yang patut dibanggakan oleh kita semua sebagai guru dan pegawai di lembaga pendidikan ini”, tutur Grey saat menyampaikan sambutan dalam penutupan kegiatan pelatihan tersebut.

Guru Bahasa Inggris di lembaga pendidikan SMA Negeri 1 Satarmese tersebut menambahkan bahwa apa yang telah dipelajari selama dua hari dalam kegiatan pelatihan Google Workspace for Education adalah awal yang baik untuk merubah sistem dan strategi dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga perlu ada sebuah penerapan atau pengimbasan sambal terus melatih secara mandiri terkait kemanfaatan fitur-fitur dalam Google Workspace.

“Apa yang kita pelajari selama dua hari dalam kegiatan ini tentu sangat baik dalam memperbaiki sistem dan strategi pembelajaran kita baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah. Namun apa yang kita pelajari sejak kemarin sampai sore ini adalah awal dan butuh latihan secara mandiri dan mencoba menerapkannya dalam menjalankan proses pembelajaran baik di kelas maupun dalam kegiatan lainnya di luar kelas”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Satarmese, Matilda Isa, S. Pd dalam sambutan membuka dan menutup kegiatan pelatihan tersebut menyampaikan kiranya melalui kegiatan pelatihan tersebut akan memberikan sebuah dampak positif bagi para guru dan pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kegiatan pelatihan Google Workspace for Education merupakan sebuah kegiatan yang baik dalam meningkatkan kapasitas kita sebagai guru dan pegawai. Saya yakin melalui kegiatan pelatihan Google Workspace for Education ini, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki segudang pengalaman dan kemampuan akan memberikan dampak perubahan positif bagi kita semua”, ucapnya di hadapan para guru dan pegawai peserta kegiatan.

Dirinya berpesan agar apa yang telah didapat melalui kegiatan pelatihan selama dua hari tidak berhenti di kegiatan tersebut.

“Para guru dan pegawai dapat mempraktekkannya di dalam kegiatan kita selanjutnya. Bapak ibu guru dan pegawai peserta kegiatan pelatihan yang sudah antusias, saya ucapkan terima kasih atas partisipasi kita dalam kegiatan dua hari ini. Satu harapan saya, bahwa apa yang kita dapat dari kemarin dan hari ini bisa kita praktekkan di dalam kegiatan selanjutnya,” harap dia.

Dalam kegiatan pelatihan Google Workspace for Education tersebut, semua peserta mendapatkan sertifikat dari REFO Indonesia selaku konsultan pendidikan tunggal yang digandeng Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemdikbudristek Dikti) yang menangani program Google Workspace for Education.(fon)