OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com-Empat agenda penting dibahas dalam Musyarah Daerah Gereja Bethel Injil Sepenuh (Musda GBIS) NTT XX Tahun 2022. 

Kegiatan Musda GBIS NTT XX ini berlangsung di Aula Wisma Oemathonis Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Rabu (30/3/2022).

Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Ketua Majelis Daerah Provinsi NTT, Pdt. Mesakh Manafe dalam sambutannya menyebutkan ada 4 agenda penting yang dibahas dalam Musda GBIS NTT XX Tahun 2022.

Empat agenda penting yang dibahas itu adalah pertama, evaluasi pelaksanaan program kerja majelis daerah masa bakti 2017-2021, Kedua, pengusulan calon pejabat (Pdm/Pdt) dan penggabungan untuk memperoleh pengesahan di sidang majelis besar.

Tiga, pencalonan dan pemilihan ketua majelis daerah masa bakti 2022-2026.

Empat, penyelesaian persoalan yang timbul dalam GBIS NTT.

Peserta Musda GBIS terdiri dari pejabat GBIS, calon pejabat dan peninjau.

Pada tempat yang sama, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mendorong GBIS harus mampu merumuskan visi, misi, program kerja dan strategi kolaborasi.

“Gereja harus menjadi sumber untuk melahirkan kader–kader yang berpengetahuan, peduli dan berani. Jangan terfokus pada dogma. Dogma itu, hanya desain manusia yang punya pikiran picik untuk menghambat kebenaran yang telah dibangun oleh Yang Maha Kuasa. Jangan hanya bicara abstrak melainkan konkrit dalam kehidupan nyata,” urai Gubernur Laiskodat.

Iman itu, sepemahaman dia, harus dibuktikan. Berdoa terus tanpa bekerja pasti sia–sia.

“Kita harus hidup dalam.pengharapan dan bangkit menuju sejahtera. Bangkit cara pikir, dan bangkit cara kerja,” cetusnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Musda GBIS NTT, Dr. Yanto M.P Ekon, SH, M.Hum dalam laporannya menyampaikan, Musda GBIS salah satu bentuk sidang majelis daerah yang wajib dilaksanakan setiap menjelang sidang majelis besar atau Mukernas, sebagaimana ditetapkan dalam.pasal 13 Tata Rumah Tangga GBIS.

Biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini sebesar Rp 35 juta bersumber dari kas majelis daerah, sumbangan suka rela dan usaha panitia. (Prokopim Kab.Kpg/red)