LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Asosiasi Peternak Ayam (ASPERTA) Manggarai Barat (Mabar) menemukan  satu unit mobil truck bermuatan 500 ekor ayam potong asal Kabupaten Nagekeo, yang diduga tidak mengantogi izin pada Minggu (20/3/2022) malam.

Ketua Asosiasi ASPERTA Mabar, Sabililah kepada media ini di Labuan Bajo, Senin (21/3/2022) menjelaskan, apa yang dilakukan oleh asosiasinya hanya menindaklanjuti Edaran Gubernus NTT Nomor 78 Tahun 2019 tentang pengendalian terhadap pemasukan, pengeluaran, dan peredaran ternak produk hewan dan hasil ikutanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lebih lanjut ia menyebutkan, hal itu termuat dalam Bab V pasal 21 yang menerangkan, masyarakat berperan serta dalam pengendalian pemasukan, pengeluaran dan peredaran ternak, produk hewan dan hasil ikutannya di daerah.

Selain itu juga, peran serta masyarakat sebagaimana diatur dalam ayat 1, meliputi pertama, peran serta secara langsung yang dilakukan melalui pemberdayaan kelompok ternak dalam kerjasama kemitraan.

Kedua, peran serta masyarakat secara langsung yang dilakukan dengan cara berpartisipasi aktif dalam memberikan data dan informasi terkait pemasukan, pengeluaran dan peredaran ternak.

“Sebagai asosiasi, kami berpegang teguh pada Peraturan Gubernur NTT Nomor 78 Tahun 2019 tentang pengendalian terhadap pemasukan, pengeluaran, dan peredaran ternak produk hewan dan hasil ikutanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam Pergub itu sendiri, lanjut dia, masyarakat mempunyai fungsi pengawasan.

Dengan menemukan hal tersebut, ASPERTA Mabar mengarahkan kendaraan dan 500 ekor ayam tersebut ke Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Barat.

“Alasan kami mengarahkan kendaraan dan ayam-ayam tersebut karena kami dari Asosiasi merasa sangat dirugikan, yang mana stok ayam kami peternak lokal ini masih sangat banyak untuk memenuhi permintaan pasar”, tegasnya.

Sabililah merincikan, saat ini stok ayam yang berada di Kota Labuan Bajo dalam satu minggu ini berjumlah 9.000 ekor ayam, yang dapat memenuhi permintaan pasar dan masyarakat di Labuan Bajo.

“Dalam satu minggu ini saja jumlah ayam kami di Labuan Bajo berjumlah 9.000 ekor ayam, lalu kalau ayam dari luar kabupaten masuk tanpa izin yang jelas, bagaimana dengan ayam peternak lokal kita ini”, ungkapnya.

Dengan kejadian ini, ASPERTA Mabar menilai Dinas Peternakan Mabar lalai dalam melakukan fungsi pengawasan peredaran ayam ilegal di Manggarai Barat.(fon)