LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com-PT Amka siap penuhi permintaan sub kontraktor dan para pekerja Pembangunan Sarana Proyek Air Minum (SPAM) Wae Mese II di Desa Watung Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelumnya, sub kontraktor dan para pekerja melakukan penyegelan Pembangunan Sarana Proyek Air Minum (SPAM) Wae Mese II di Desa Watung Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) .

Penyegelan itu sebagai ungkapan penyesalan sub kontraktor dan para pekerja terhadap PT. Amka yang belum membayar upah kerja mereka.

Bukan hanya sub kontraktor dan para pekerja saja yang belum dibayar, tetapi juga pemilik rumah kontrakan dan para pemilik kios yang ada di lokasi bangunan itu belum dilunasi hutangnya.

Menanggapi tuntutan itu, Hendri, selaku Projek Manager PT.Amka ketika dikonfirmasi awak media mengaku masih punya kewajiban yang belum diselesaikannya.

Secara administrasi, pihaknya akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan sisa kewajibannya.

“Kita akui, masih punya kewajiban yang belum kita selesaikan. Secara administrasi kita akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan sisa kewajiban kita itu. Kita dari tim proyek, sudah mengusulkan, untuk dilakukan pembayaran upah kerja kepada sub kontraktor bersama para pekerjanya di lokasi proyek,” kata Hendrik kepada wartawan di Labuan Bajo, Senin (14/3/2022).

Untuk kewajiban yang belum diselesaikan, dirinya sudah menghubungi ke pusat untuk dilakukan pembayaran.

“Saya sudah telepon ke kantor pusat. Sepertinya dari kantor pusat langsung transfer ke rekening rekanan atau sub kontraktor masing-masing untuk selanjutnya dibayar upah para pekerja,” kata Hendrik.

Kepada para pekerja, sub kontraktor, pemilik rumah kontrakan dan para pemilik kios yang ada di lokasi bangunan itu, ia berjanji, untuk melunasi semua kewajibannya.

“Saya juga berterima kasih kepada sub kontraktor dan para pekerja. Kita sudah satu tahun kumpul di sana, sudah banyak dibantu oleh teman-teman, sehingga proyek ini bisa selesai. Pesan saya, jangan kwatir terkait dengan kewajiban PT. Amka, itu kita akan bertanggungjawab dan kita akan selesaikan sesuai dengan kewajiban Amka”, kata Hendrik. (fon)