LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Pro kontra terhadap rencana pembangunan proyek geothermal di Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Hal tersebut kembali disampaikan pengacara sekaligus politisi dari Partai PDI Perjuangan, Piter Ruman, SH. Menurut Piter, proyek geothermal di Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Kata dia, apabila keadaan tersebut belum dapat ditangani secara baik akan berdampak pada konflik sosial diantara masyarakat sendiri,yaitu kelompok masyarakat pro terhadap eksplorasi dan kelompok masyarakat kontra dengan rencana tersebut.

“Jangan karena persoalan pro dan kontra dapat merusak kekerabatan sosial yang sudah terbangun dengan baik diantara warga, khususnya yang hidup dan bermukim di sekitar daerah eksplorasi,” kata Piter kepada media ini di Labuan Bajo, Jumat (11/3/2022).

Pendekatan kekuasaan yang cendrung memaksa, menurut dia, bukanlah pilihan yang bijak.

Masih begitu banyak instrumen yang bisa digunakan agar tercapainya titik temu untuk menghindari konflik di tengah masyarakat khususnya warga yang berada disekitar wilayah eksplorasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemetintah harus mengkaji ulang semua instrumen yang digunakan selama ini untuk menjelaskan dan memberikan edukasi yang benar dan terbuka kepada masyarakat.

“Pemerintah lagi-lagi harus mengkaji ulang semua istrumen yang digunakan selama ini untuk menjelaskan dan memberikan edukasi yang benar dan terbuka kepada masyarakat, sehingga keraguan dari kelompok masyarakat yang masih kontra dengan rencana ini dapat terjawab dengan baik. Pemerintah yang over confidence dengan propaganda yang seolah– olah mengesampingkan fakta bahwa ada dampak buruk dari sebuah eksplorasi gas bumi harus ditinggalkan, dan secara transparan menyampaikan apa resiko yang mungkin ditimbulkan dari eksplorasi bumi tersebut serta skenario penanggulangannya.

Kajian ilmiah bukanlah sebuah kebenaran tunggal, karena literasi ilmiah itu tidak sedalam gas bumi yang hendak di bor.

“Kajian ilmiah bukanlah sebuah kebenaran tunggal, karena literasi ilmiah itu tidak sedalam gas bumi yang hendak di bor. Tidak ada eksplorasi bumi yang tidak berdampak buruk, semua beresiko dan bahkan dapat menyebabkan gangguan pada sebuah ekosistem yang disekitarnya”, ungkapnya.

Ia menambahkan, jika dilihat dengan prinsip minus malum, gas bumi adalah sumber energi yang sangat ramah dengan lingkungan ketimbang sumber energi lainnya.

Namun dijelaskannya, bukan karena hal tersebut dapat mengabaikan entitas lainnya yang melekat pada sebuah daerah eksplorasi.

“Tentu jika dilihat dengan prinsip minus malum, gas bumi adalah sumber energi yang sangat ramah dengan lingkungan ketimbang sumber energi lainnya. Namun bukan karena hal tersebut dapat mengabaikan entitas lainnya yang melekat pada sebuah daerah eksplorasi.

Piter Ruman mengatakan, Sano Nggoang itu sebuah lokasi panas bumi yang unik dan mungkin sangat berbeda dengan wilayah lainnya.

Salah satu contoh ada nilai peradaban masyarakat yang melekat dalam wilayah tersebut. Dan itu tidak boleh di hilangkan dengan alasan untuk dan atas nama pembangunan. (fon)