LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Patut menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat. 

Di tengah zaman yang serba modern saat ini, masih ada banyak wilayah di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang belum dialiri listrik.

Seperti yang dialami oleh sejumlah desa di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur belum menikmati penerangan listrik sampai hari ini.

Sebut saja SMK Negeri 1 Lembor Selatan, Desa Watu Tiri, Desa Surunumbeng, Desa Benteng Tado, Desa Benteng Dewa, Desa Nangabere, Desa Repi, Desa Watu Waja dan Desa Watu Rambung sampai hari ini masih menggunakan lampu pelita untuk penerangan pada malam hari.

Karena ketiadaan aliran listrik di beberapa desa tersebut, Ketua Komisi III DPRD Mabar, Inocentius Peni, angkat bicara. Menurutnya, sangat disayangkan sekali kondisi tersebut, karena sudah lama masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Lembor Selatan itu sampai saat ini belum menikmati listrik.

“Saya menyayangkan karena sudah begitu lama masyarakat 7 desa yang ada di Kecamatan Lembor Selatan, sampai saat ini belum menikmati listrik. Bahkan Lengkong Cepang yang adalah pusat ibu kota kecamatannya saja tidak diperhatikan.

Padahal di sana, ada SMK, SMP, Puskesmas, dan lain-lain, sebut Inocentius Peni kepada media ini via telpon, Rabu (2/3/2022) di Labuan Bajo.

Terkait permasalahan listrik di wilayah itu, dirinya sudah berkali-kali berusaha menyampaikan keluhan kepada pihak PLN, baik yang ada di Labuan Bajo, di Kota Ruteng, Ende maupun PLN Wilayah NTT di Kupang, tapi belum ada jawaban

“Kita sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini kepada PLN, baik di Labuan Bajo, di Ruteng, di Ende, maupun di PLN Wilayah di Kupang. Terakhir (28/2/2022), saya menghubungi Direktur Binis Wilayah Indonesia Timur Bapak Adi Priyanto, Beliau minta mengirimkan data desa-desa tersebut. Saya sudah kirimkan daftar 7 desa di Lembor Selatan yang belum dialiri listrik, termasuk 1 desa di Kecamatan Lembor yaitu Desa Ngancar,” kata pria asal Perang-Lembor itu.

Lebih lanjut anggota Dewan Mabar dari Partai PAN itu mengatakan bahwa, kondisi tersebut sungguh ironis.

Kata dia, di tengah begitu besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pariwisata Labuan Bajo akan tetapi listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat malah tidak diperhatikan secara serius.

“Sungguh ironis memang, di tengah begitu besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pariwisata Labuan Bajo, justru listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat malah tidak diperhatikan secara serius,”jelasnya.

Mantan Manajer Puskopdit Manggarai Raya itu menjelaskan, bahwa pada pertengahan Desember 2021 yang lalu, dirinya bersama beberapa teman anggota DPRD Mabar pernah ke Kantor PLN Ruteng untuk menyampaikan keluhan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Lembor Selatan tersebut.

“Pada pertengahan Desember 2021 yang lalu, saya dan beberapa teman DPRD pernah ke Kantor PLN di Ruteng. Mereka janjikan awal Tahun 2022 ini mulai dikerjakan. Tetapi kenyataannya sampai sekarang belum dimulai. Hal seperti ini tentu merupakan ketimpangan pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat di wilayah ini. Sangat disayangkan,” kesal anggota DPRD Mabar dari Dapil III itu.(fon)