LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Semenjak dua pekan terakhir, hampir seluruh wilayah Manggarai Barat (Mabar) dilanda cuaca ekstrem, berupa hujan dengan intensitas sedang maupun lebat.

Dampaknya, sejumlah desa di daerah itu mengalami tanah longsor yang merusaki pemukiman warga dan tanaman para petani di daerah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, Ir. Oktavianus Andi Bona mengaku, akibat cuaca ekstrem yang melandai daerahnya banyak laporan bencana alam ke kantornya.

Pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan siaga bencana.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Bupati Manggarai Barat terkait laporan bencana yang masuk ini, untuk ditangani lebih lanjut. Saya hanya meneruskan laporan kepada Bupati dan instansi terkait untuk mengambil langkah- langkah selanjutnya,” kata Bona kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (1/3/2022).

Terhadap bencana yang dialami masyarakat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Mabar dan dinas terkait dengan komando bencana adalah BPBD.

Inilah rumah milik Anselmus Edon yang dikontrak oleh dua orang guru SMK Negeri 2 Welak yang nyaris terbawa longsor di RT 003/RW 001 Paje, Dusun Watu Lonto, Desa Wewa, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (26/2/2022)

“Intinya kita akan koordinasi dengan baik terkait masyarakat kita yang mengalami bencana, ini tugas saya. Sebab komando bencana itu ada di sini,” tandasnya.

Menurut dia, hampir semua daerah di Mabar mengalami bencana tanah longsor.

Laporan yang sudah masuk ke kantornya antara lain, Pacar, Macang Pacar, Ndoso, Kuwus, Mbeliling dan Sano Nggoang.

Terkait bencana longsor yang menimpa salah satu rumah warga di Paje, Desa Wewa, Kecamatan Welak yang pernah diberitakan media ini sebelumnya, kata Bona, laporannya belum masuk.

“Nanti, kita koordinasi dulu, semuanya tergantung pendanaan daerah. Kami juga akan laporkan ke BPBD Provinsi NTT, untuk dilanjutkan pusat,” ujar Bona.

Kata Bona, pemerintah harus hadir di tengah penderitaan masyarakat. Saat ini, pihaknya sedang memproses laporan yang masuk untuk ditindaklanjuti serta koordinasi dengan OPD terkait sesuai kewenangannya masing-masing.

” Pemerintah hadir di saat masyarakat tertimpa bencana. Kami sedang merekap laporan yang masuk ini sambil menunggu laporan langsung dari masyarakat. Setelah laporannya masuk semua, nanti kita teruskan ke instansi terkait untuk segera ditangani masing-masing OPD dengan kewenangannya masing-masing,” terang dia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabuapaten Manggarai Barat, lanjutnya, selalu siap siaga.

“BPBD selalu siap siaga, sebagai komando penanggulangan bencana di daerah,” tukasnya.(fon)