RUTENG, NTT PEMBARUAN.com- Calon Guru Penggerak Angkatan Ketiga, Kabupaten Manggarai, wilayah Satarmese resmi membentuk komunitas baru yakni Komunitas G-RAK Satarmese. Komunitas ini mendeklarasikan diri sebagai komunitas yang akan terus bergerak dan menggerakkan pendidikan berpihak pada murid di wilayah Satarmese. 

Deklarasi tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 28 Februari 2022 di rumah persinggahan Biara Kongregasi Suster Santu Yosef, di Tal Desa Tal, Kecamatan Satarmese.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh enam (6) orang Calon Guru Penggerak yang berada di wilayah Satarmese dan Satarmese Barat. Hadir pula pengajar praktik yang senantiasa mendampingi kegiatan Calon Guru Penggerak di dua wilayah kecamatan tersebut, Yustina Ursula Ina, S. Pd.

Dalam deklarasi tersebut, Danar Wulan, S. Si yang adalah seorang Calon Guru Penggerak Angkatan Ketiga Kabupaten Manggarai pada instansi Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap (SMPN Satap) Pongmeleng dipercayakan oleh rekan-rekan CGP dan pengajar praktik untuk menjadi Ketua Komunitas G-RAK Satarmese.

Kepada media ini, Danar menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan CGP yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi nakhoda komunitas guru penggerak di wilayahnya. Setelah terpilih sebagai ketua komunitas, dirinya langsung memimpin rapat dengan agenda rancangan kegiatan prioritas yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Dalam keterangannya, Danar mengatakan ada beberapa agenda yang menjadi prioritas kegiatan dalam waktu dekat yakni memulai dari diri anggota komunitas berupa peningkatan kapasitas diri lewat kegiatan pemanfaatan teknologi untuk membuat asesmen di sekolah masing-masing anggota komunitas. Selain itu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan organisasi profesi dan komunitas lain adalah hal penting untuk segera ditindak lanjuti.

“Baik, ibu PP yang saya hormati, dan juga rekan-rekan CGP, terima kasih banyak atas kepercayaannya yang telah memberikan amanah ini kepada saya. Sebagaimana tujuan pembentukan komunitas kita adalah untuk mewujudkan kemerdekaan belajar yang tentunya berpihak pada anak murid, maka kita harus melakukan sesuatu sebagai wujud aksi nyata kita.

Memulai dari diri anggota komunitas dengan peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi adalah salah satu prioritas aksi nyata yang harus segera dieksekusi dalam waktu dekat. Memanfaatkan teknologi TIK dalam melakukan asesmen di sekolah masing-masing anggota komunitas merupakan hal baik yang akan sesegera mungkin kita eksekusi. Kita juga akan membangun komunikasi dengan organisasi dan atau komunitas lain yang memiliki pasion yang sama dengan komunitas kita”, ucapnya saat menutup rangkaian kegiatan deklarasi komunitas.

Yustina Ursula Ina, S. Pd, yang merupakan pendamping bagi Calon Guru Penggerak Angkatan Ketiga Kabupaten Manggarai, dengan wilayah kerja Kecamatan Satarmese dan Satarmese Barat, menyampaikan selamat dan profisiat kepada ketua komunitas terpilih. Sebagai pendamping, dirinya merasa bersyukur dengan terbentuknya komunitas tersebut. Beliau mengatakan dengan terbentuknya komunitas tersebut diharapkan akan memberikan dampak positif dan kolaborasi yang baik dalam memajukan pendidikan di wilayah Satarmese raya.

“Pertama, saya ingin mengucapkan selamat dan profisiat kepada pak Danar yang sudah dipercayakan oleh rekan-rekan CGP untuk menjadi ketua komunitas ini. Sebagai pendamping, tentu saya sangat bangga dan bersyukur dengan terbentuknya komunitas ini. Itu artinya kita semua punya pemikiran yang sama yakni ingin berbuat sesuatu dalam bentuk aksi nyata sebagaimana muara akhir dari program Pendidikan Guru Penggerak. Tentu ini adalah salah satu terobosan baik yang patut disyukuri untuk memajukan pendidikan di dua wilayah Kecamatan Satarmese ini. Sehingga melalui komunitas ini kita akan terus bergerak dan berkolaborasi yang baik menuju sebuah perubahan pendidikan yang berpihak pada anak murid”, kata Guru TK Negeri Golo Jambu, Satarmese Barat itu.

Selesai melakukan deklarasi, komunitas G-RAK Satarmese langsung melakukan aksi nyata yakni melakukan diskusi dan berbagi pengalaman dengan Manager Program Community Based Rehabilitation (CBR), Suster Christine Pasaribu, KSSY dari Yayasan Karya Murni Ruteng.

Melalui Konsultan Program CBR, Eni Setyowati menjelaskan bahwasanya salah satu fokus kegiatan program CBR adalah pendidikan inklusif.

Eni memaparkannya dengan detail di hadapan anggota komunitas G-RAK Satarmese.

Ketua Komunitas menyampaikan akan siap melakukan diskusi lebih lanjut untuk mewujudkan pendidikan inklusi di wilayah Satarmese.

Selesai sesi diskusi ringan, Komunitas G-RAK Satarmese berkolaborasi dengan program CBR Yayasan Karya Murni melakukan aksi nyata berbagi kasih dengan salah satu anggota disabilitas Paroki Narang, Alviano Y. Jemadu yang mengalami kelumpuhan.

Adapun beberapa sumbangan tersebut berasal dari CBR yakni sebuah HP Oppo hadiah dari suster Christine, Telur, gula dan susu buat adik Ano dan bingkisan sederhana dari Komunitas G-RAK Satarmese.

Sumbangan tersebut diserahkan langsung oleh Suster Christine sebagai manager CBR, dan Ketua komunitas G-RAK Satarmese, Danar Wulan.

Sebagai informasi tambahan, Komunitas G-RAK Satarmese, merupakan Komunitas Calon Guru Penggerak, Angkatan III, Kabupaten Manggarai.

Komunitas ini lahir sebagai wadah yang dapat menggalakan program guru penggerak, dimana pada akhir program pendidikan guru peggerak tidak hanya berakhir pada mendapatkan sertifikat pendidikan, melainkan tindak lanjut berupa penerapan materi pembelajaran yang telah dipelajari dengan aksi nyata demi terwujudnya merdeka belajar dalam mencapai profil pelajar Pancasila.

Nama komunitas berasal dari Bahasa Manggarai, kata ‘gérak’ yang artinya terang, cahaya, pagi hari. Kata tersebut terinspirasi dari pengalaman para CGP yang terkadang keashikan mengerjakan tugas pada modul pembelajaran hingga tidak terasa malam telah berganti pagi. Dari kata itu, kehadiran komunitas G-RAK diharapkan akan membawakan terang atau cahaya bagi pendidikan di Satarmese dan menjadi semangat menggebu bagi para guru dalam membuat sebuah perubahan di sekolah.

Akronim G-RAK juga bisa diterjemahkan sebagai guru penggerak. (fon/*)