LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam kiprahnya ke depan siap gandeng pengusaha lokal yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Ungkapan kesiapan itu disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Mabar, Christo Mario Y. Pranda, saat mengunjungi kelompok UKM Langke Rembong yang menekuni usaha pengrajin “topi re’a” dan tikar di Kampung Deru, Desa Lale, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat ( 25/2/ 2022).

Ia menjelaskan, HIPMI Mabar berkomitmen untuk membangun sinergisitas dengan pengusaha lokal dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat, apalagi Labuan Bajo Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat saat ini merupakan daerah destinasi pariwisata super premium.

“HIPMI berkomitmen untuk membangun sinergisitas dengan pengusaha lokal, baik pelaku bisnis jasa, industri kreatif dan lain-lain,”sebut Mario.

Ia juga menjelaskan, dalam upaya menggerakan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat diperlukan kerjasama berbagai stakeholder, baik pemerintah, masyarakat dan juga pengusaha,

khususnya dalam peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, inovatif dan berdaya saing.

Untuk memajukan Manggarai Barat, menurut Rio, diperlukan kerjasama berbagai stakeholder, baik pemerintah, masyarakat maupun para pengusaha untuk satukan kekuatan membangun ekonomi Mannggarai Barat.

HIPMI Manggarai Barat saat ini, lanjut Rio, mendorong pengusaha muda untuk terus bangkit dan mau berusaha.

Apa lagi yang punya keahlian bertahun-tahun menghasil suatu jenis barang atau jasa, tetapi kendala mencari pasar, maka HIPMI hadir untuk bisa bersinergi dengan masyarakat maupun pemerintah.

“Tugas kami HIPMI Manggarai Barat ini mendorong teman-teman pengusaha muda, agar bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Kedepan, bagi mama-mama yang sudah bertahun-tahun memiliki keahlian membuat topi dan tikar, kalau bisa keterampilan ini diajarkan ke anak–anak, saudara atau keluarga untuk berwira usaha,” tandas pengusaha muda yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Sementara itu, Kepala Desa Lale, Kecamatan Welak, Avensius Galus menyampaikan apresiasi atas niat baik HIPMI Mabar yang telah mengunjungi UKM di desanya.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Lale, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta komitmen untuk kerja sama dengan UKM Kelompok Langke Rembong Deru, Desa Lale,” tutur Aven.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan baik oleh anggota kelompok UKM Langke Rembong untuk menyampaikan kendala mereka dalam menjalani usahanya.

Yustina, Ketua Kelompok UKM Langke Rembong mengaku, kendala yang mereka alami selama ini adalah masalah pemasaran dan sarana produksi yang kurang memadai.

Mereka berharap dengan bersinergi dengan HIPMI, kedua persoalan itu bisa teratasi.

“Satu minggu, satu orang menghasilkan satu topi.

Dari 15 orang anggota kelompoknya itu dibagi dua, satu kelompok anyaman topi dan satu kelompok lagi anyaman tikar.

Untuk kelompok topi, targetnya dalam seminggu satu orang bisa menghasilkan satu topi.

Turut hadir saat itu,Sekretaris Umum BPC HIPMI Mabar, Agung Arif, Bendahara Umum BPC HIPMI Mabar, Rahmat Julio bersama jajaran pengurus lainnya. (fon)