LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com — Stefanus Gandi Institute (SGI) menyalurkan bantuan 100 sak semen untuk pembangunan gedung Masjid Nurul Iman Sernaru-Labuan Bajo yang berlokasi di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (25/2/2022).

Bantuan tersebut langsung diberikan oleh Stefanus Gandi kepada Imam Masjid, Muhammad Yasin.

Turut hadir Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Manggarai Barat, Haji Ishak Muhamad Jabi.

Ketua NU Kabupaten Mabar, Haji Ishak Muhamad Jabi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan SGI untuk pembangunan masjid tersebut.

Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tenggang rasa terhadap sesama.

“Kemarin kami ada diskusi terkait kerukunan umat beragama dalam FKUB. Dan’ ini sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara kita yang sedang membangun rumah ibadah. Kami pun mengusulkan sebanyak 10 unit masjid yang betul-betul membutuhkan bantuan,” kata Stef.

Pihaknya juga menyambut baik kerja kolaborasi dengan SGI, dimana pada tanggal 23 Maret 2022 nanti akan dilaksanakan literasi digital di Labuan Bajo.

Hal senada juga disampaikan Imam Masjid, Muhammad Yasin yang mengatakan, kepedulian SGI untuk membangun Masjid Nurul Iman dinilai sangat membantu dan semakin mempererat tali silaturahim.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini berjalan terus dari waktu ke waktu kemudian akan mampu menepis semua isu-isu yang bisa mencederai harmonisasi kita. Secara khusus saya mengucapkan terima kasih untuk Stefanus Gandi Institute yang telah mendukung untuk pembangunan Masjid Nurul Iman,” katanya.

Stefanus Gandi dalam sambutannya mengatakan, pihaknya ingin menyuarakan pentingnya perdamaian dan silahturahmi sesama di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Tidak hanya omong saja, kami ingin mengambil bagian. Tidak dalam bentuk uang pak, karena uang itu selalu nilainya menurun dari waktu ke waktu. Jadi, pak Ustad mungkin jumlahnya sedikit sekali tapi saya harap yang kami sumbangkan ini bisa memantik gerakan-gerakan serupa lainnya dari orang-orang untuk berbuat baik,” katanya.

Bantuan serupa juga diberikan kepada sejumlah gereja di Pulau Flores.

Hal tersebut, merupakan wujud konkret toleransi kepada semua pihak.

“Kami berpikir, karena kita hidup di wilayah yang toleransinya tinggi, jadi kami mengajarkan juga bahwa bersama saudara kita untuk saling membantu,” jelasnya.

Dia berharap, agar bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik mungkin dan dapat membantu proses pembangunan gedung masjid.

“Kemarin kami diskusi di rumah Ketua NU. Dari diskusi itu kemudian melahirkan pembicaraan yang sifatnya kita berkolaborasi. Jadi, SG Institute ini, lembaga swasta yang mengajarkan literasi di anak-anak kita dan gerakan kemanusiaan. Tagline kita itu “Gerakan Kemanusiaan”. Jadi, tidak saja membagi semen atau material lainya, tetapi juga Sembako. Kita identifikasi dulu, kalau memang orang itu butuh baru kita bantu.

Maksudnya itu supaya memamantik orang apa yang kita lakukan saat ini, supaya dia lakukan, semakin sering kita buat begitu saya yakin bahwa menggerakan hati bagi orang lain,” kata Direktur PT Indojet Sarana Aviasi itu. (fon)