LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com–Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyebutkan persentase kemiskinan di daerahnya masih bercokol di angka 17,92 persen.

“Kita harus tetap fokus melawan musuh endemik yang sekian lama membelenggu kita antara lain, kemiskinan yang masih bercokol di angka 17,92%, stunting kita yang masih tinggi 15,07%, angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi, serta laju pertumbuhan ekonomi kita yang menurun drastis, yakni dari 5,54% Tahun 2019 menjadi 0,89 di Tahun 2020,” beber Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi ketika memberikan sambutan pada Upacara HUT Ke-19 Mabar di Labuan Bajo, Jumat (25/2/2022).

Ditambah lagi, kata dia, dengan angka partisipasi PAUD yang masih rendah yakni 26,63%.

“Kita juga terus mantapkan pariwisata dengan dukungan peternakan, pertanian, perikanan dan produksi kelautan. Sentra-sentra produksi pertanian harus menjadi basis utama dalam menyuplai kebutuhan masyarakat. Kita juga persiapkan berbagai produk kerajinan, kita dukung industri kecil dan mikro yang ada agar saat pandemi ini berakhir, produk-produk lokal kita sudah berhasil menjangkau berbagai pasar dapat membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang cepat pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” paparnya.

“Upaya promotif produk kerajinan dan usaha kecil lainnya, akan kita pusatkan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT),” tandas Mantan Ketua DPRD Mabar itu.

Hal lainnya yang tetap menjadi perhatian serius pemerintah saat ini, yakni upaya mengatasi permasalahan gizi dengan menekan jumlah balita stunting. Pemerintah telah menetapkan 8 (delapan) Aksi Konvergensi dengan 25 indikator komposit, di antaranya terdiri dari indikator gizi spesifik dan sensitif yang digunakan untuk analisa penyebab stunting hingga tingkat desa, termasuk perawatan anak-anak gizi buruk, imunisasi, air bersih dan sanitasi serta akses ke PAUD.

Upaya-upaya ini, menurut politisi NasDem ini, cukup efektif menurunkan prevalensi balita stunting dari 19,06% pada Tahun 2020 menjadi 15,07% pada Tahun 2021.

“Untuk mempercepat hal ini, kita telah menetapkan Tim Pokja Penurunan Stunting dan Tim Kerja Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

Di bawah kepemimpinan saya bersama dr. Yulianus Weng, M.Kes. kami berkomitmen untuk memenuhi ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan, khususnya pada daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata,” tekad Endi.

Prinsip utama dari penyediaan infrastruktur adalah pembangunan yang menyeluruh, tuntas dan tidak boleh setengah-setengah sehingga tercipta daya ungkit yang berarti bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

“Untuk mewujudkannya tidak bisa hanya dengan mengandalkan kemampuan APBD. Sebab kita ketahui, bahwa APBD kita sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan lain melalui pinjaman daerah,” cetusnya.

Pinjaman daerah merupakan suatu keniscayaan untuk investasi infrastruktur sebagai tindakan mengakselerasi pembangunan. Tentu saja pola ini dilakukan secara matang dan diperhitungkan dengan baik segi manfaat serta pengembaliannya.

“Kalau hari ini, Jumat (25/2/2022) kita dapat berdiri tegak di sini dan menikmati lancarnya arus transportasi antar daerah, menikmati indahnya penataan kota dengan water front city yang sangat megah, menikmati indahnya berbagai hotel berskala internasional, menikmati meriahnya kunjungan wisatawan baik lewat udara, darat, maupun laut, dan menikmati berbagai fasilitas mewah dan indah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, sesungguhnya bukan karena saya dan wakil Bupati Manggarai Barat, tapi berkat tangan-tangan terberkati dari pemimpin terdahulu dan para pejuang pemekaran, dan berkat dukungan kita semua. Karena itu, tugas kita adalah merawatnya dengan baik, melestarikan, dan terus meningkatkan. Sebab Manggarai Barat adalah saya, Manggarai Barat adalah kita, Manggarai Barat harus bangkit menuju Manggara Barat Mantap,” tutupnya. (fon)