KUPANG, NTT PEMBARUAN.com– Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban Abraham Nofu (68) yang terseret banjir saat menyebrang sungai Siumate di Desa Naitae, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Kamis (24/2/2022).

Demikian rilis Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang yang diterima media ini, Kamis (24/2/2022).

Pada tanggal 24 Februari 2022 pukul 06.30 Wita, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap korban Abraham Nofu (68).

Pada Operasi Pencarian dan Pertolongan hari kedua, Kamis (24/2/2022) Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran dari Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) hingga ke arah Barat dan sekitar Muara Sungai Siumate sejauh 4 KM dan ke arah Timur sejauh 4 KM.

Untuk memperkuat Tim Rescuer dalam rangka giat operasi Pencarian dan Pertolongan yang lebih efektif dan efisien, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Emi Frizer, S.E, M.M pada tanggal 24 Februari 2022 menambahkan 1 (satu) Tim Rescue yang berjumlah 6 (enam) orang dengan menggunakan Alut 1 (satu) unit RIB 10 Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang.

Pukul 11.25 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 9°50’19.82″S – 123°41’28.40″E.

Pukul 12.27 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban, untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Adapun Tim SAR Gabungan yang terlibat antara lain, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Kodim 1604 Kupang, Polsek Fatuleu Barat, Polsek Sulamu, BPBD Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Barat, Babinkamtibmas Fatuleu Barat, Babinsa Fatuleu Barat, Kades Naitae, keluarga korban dan masyarakat setempat.

Dengan telah ditemukannya korban tersebut, Operasi SAR dinyatakan selesai dan semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Emi Frizer, S.E.,M.M mengucapkan terima kasih atas tugas kemanusiaan yang telah dilaksanakan secara bersinergi dengan seluruh Potensi SAR yang ada selama 2 (dua) hari.

“Semoga kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali dan dalam kondisi cuaca yang ekstrem semua warga masyarakat harus lebih waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (red/*)