RUTENG, NTT PEMBARUAN.com– Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Drs.Ivridus Buntanus menanggapi kekecewaan masyarakat Desa Liang Bua terhadap letak geografis situs Liang Bua yang ditulis salah oleh Pemerintah Manggarai dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

“Kekecewaan masyarakat Liang Bua itu wajar adanya, itu merupakan koreksi positif untuk diperbaiki kedepannya”, ujar Ivridus Buntanus saat dihubungi wartawan, Senin ( 21/2/2022).

Kekeliruan terhadap penulisan letak geografis situs bersejarah tersebut, karena kesalahan dari pihak pemerintah lebih khusus Dinas Pariwisata Manggarai.

“Kekeliruan itu ada pada kami. Batas administrasi pemerintahan sudah jelas bahwa Liang Bua itu wilayah Rahong Utara, sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi”, kata Ivridus.

Kadis Pariwisata Manggarai itu juga menyampaikan bahwa hal yang dipersoalkan oleh pembaca sangat benar dan sesuai fakta. Tetapi, untuk data di Dinas Pariwisata Manggarai saat ini sudah benar bahwa Liang Bua itu berada di Kecamatan Rahong Utara.

Sedangkan letak geografis yang keliru dan dikutip oleh BPOLBF itu berdasarkan dokumen yang dirilis pada Tahun 2020.

Karena itu kata dia, Dinas Pariwisata Manggarai akan berkoordinasi dengan BPOLBF untuk penyesuaian letak geografis Liang Bua sesuai dengan dokumen terbaru.

“Benar yang dipersoalkan oleh pembaca, karena fakta saat ini sesuai dokumen resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai berada di wilayah Kecamatan Rahong Utara, namun dari yang dirilis Tahun 2020 ada kekeliruan menyebut Kecamatan Ruteng, sehingga kami akan koordinasikan kembali dengan BPOLBF untuk penyesuaian tentang status keberadaan Liang Bua sesuai dokumen yang ada saat ini, yakni Rahong Utara”, tutup Ivridus.

Sementara itu Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina saat ditanya oleh media ini, Senin (21/2/2022) terkait apa benar kesalahan letak geografis itu kata dia, soal letak identitas kewilayahan aset wisata Liang Bua di desa itu karena ambil dari website Dinas Pariwisata Manggarai.

“Kita cuma ambil dari website Manggarai,”kata Shana melalui pesan WhatsApp, Senin ( (21/2/2022).

Diketahui, 20 Mei 2021 lalu situs Liang Bua dinobatkan sebagai situs sejarah paling populer peringkat pertama dalam Anugrah Pesona Indonesia Award (API Award). (fon/*)