LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com–V.K (16) siswa Kelas XI SMAK St. Klaus Werang ditemukan tewas gantung diri di Asrama Putra SMAK St. Klaus Werang, Desa Golo Ndaring, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 01.00 Wita.

Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Manggarai Barat (Mabar) menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kasus penemuan mayat yang ditemukan tergantung di Asrama Putra SMAK St Klaus Werang, Desa Golo Ndaring Kecamatan Sano Nggoang.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 16 Februari 2022 sekitar pukul 01.00 Wita.
Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Dharma Susnato, S.Tr.K menjelaskan, olah TKP merupakan bagian dari penyelidikan yang dilakukan setelah kejadian tersebut dilaporkan.

“Kita sudah kirim tim identifikasi untuk melakukan olah TKP,” tandasnya.

Dikatakannya, korban berinisial VK (16), siswa kelas IX SMAK St Klaus Werang berasal dari Kabupaten Manggarai.

Setelah melakukan olah TKP, lanjut Kasat Reskrim, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Werang untuk dilakukan Visum Ed Repertum (VER).

Dari hasil VER yang dilakukan pihak medis Puskesmas Werang, dr.Maria N.E.B menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, penyebab kematian korban murni karena gantung diri.
Hal tersebut diperkuat karena tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Pada saat melakukan visum, pihak keluarga korban juga turut ikut menyaksikan,” tuturnya.
Terkait kronologis kejadian, Kasat Reskrim menjelaskan pada Selasa, 15 Februari 2022, sekitar pukul 22.15 Wita, Pembina Asrama Putra SMAK St. Klaus Werang, Naldi Jehanu menelepon bapak korban untuk memberitahukan, korban ada masalah di sekolah.

Selanjutnya, pihak sekolah meminta orang tua korban untuk datang ke sekolah pada Rabu, 16 Februari 2022. Selanjutnya, orangtua korban meminta kepada Naldi Jehanu untuk bebicara via telepon dengan korban.

Setelah menerima telepon dari orangtuanya, korban lalu keluar dari asrama dan menangis di samping aula sekolah.

Melihat hal tersebut, tiga orang teman korban mengikuti korban dan mengajak korban untuk kembali ke asrama.

Sekitar pukul 00.00 Wita, tutur Kasat Reskrim, seorang siswa AE (16), hendak ke WC sekolah untuk membuang air kecil dan menemukan korban dalam keadaan tergantung di pintu kamar asrama.

Atas kejadian tersebut, Pembina Murid, Romo Rikard memberikan informasi kepada anggota Polsek Sano Nggoang.

Selanjutnya, anggota Polsek Sano Nggoang langsung terjun ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP, sambil menunggu tim Identifikasi Polres Mabar.

Kapolsek Sano Nggoang, Iptu Wayan Merta menjelaskan, pihak keluarga menerima peristiwa kematian tersebut yang ditandai dengan pembuatan surat pernyataan.

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menganggap peristiwa itu sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum dikemudian hari.

“Korban telah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Manggarai,” tutup Kapolsek Sano Nggoang, Iptu Wayan Merta.(fon/*)