LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Ditengah perkembangan Ibu Kota Labuan Bajo yang sangat pesat sebagai Destinasi Wisata Super Premium, tentu didukung oleh jaringan telepon dan internet yang memadai.

Tidak semua desa di kabuapten tersebut merasakan jaringan telepon dan internet yang memadai.

Apalagi infrastruktur jalan yang hingga kini masih jauh dari kata sejahtra.

Seperti halnya yang dialami warga Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung yang jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota, hingga kini akses jaringan tidak ada sama sekali.

Kampung yang dihuni sekitar 90 kepala keluarga itu, hingga saat ini belum merasakan jaringan telepon dan internet.

Salah seorang masyarakat Dusun Kokor, Kampianus Cakar mengatakan, jika masyarkat di kampung tersebut memerlukan jaringan telepon dan internet, harus membutuhkan perjalanan yang jauh untuk mencari titik sinyal, yaitu di Dermaga Kayu yang jaraknya 1 km dari permukiman warga.

“Kalau kami di sini butuh mendapatkan jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarga, kami harus ke Dermaga Kayu yang jaraknya sekitar 1 km dari dusun ini, itupun jaringannya juga tidak stabil. Kadang kalau malam itu sudah tidak ada lagi jaringannya di dermaga itu,” aku Kampi kepada media ini di Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu ( 13/2/2022.).

Inilah kondisi jalan dari arah pusat kantor desa, menuju Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Kampi menyebutkan di Dusun Kokor memiliki lembaga pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang proses kegiatan belajar mengajarnya tentu sangat membutuhkan akses internet dan telepon.

“Kadang kalau kami ke Labuan Bajo itu baru merasakan jaringan telepon dan intenet yang stabil. Di Kampung Kokor inikan kami harus ke dermaga dulu, itupun masih tidak stabil. Yang kita sayangkan juga di kampung ini ada dua lembaga pendidikan, tentu untuk proses aktivitas belajar mengajar juga sangat membutuhkan internet dan informasi lainya yang berkaitan dengan aktivitas lembaga pendidikan,” ujarnya

Kampi mengisahkan, selain jaringan, belum lagi akses jalan dari Labuan Bajo ke Dusun Kokor. Kalau musim hujan tidak bisa dilewati kendaraan, karena medan jalan yang berlumpur dan licin sangat susah dilalui. Alternatif lain kata dia, jika musim hujan tiba terpaksa naik motor laut untuk bisa ke Labuan Bajo.

“Seandainya jalan pantura itu sudah tembus di dusun ini, pasti masyarakat sejahtra baik dari akses jalan, kemudian perputaran hasil tani masyarakat dari kampung ini untuk dibawakan ke Labuan Bajo juga lebih cepat. Sekarang inikan terkadang kami di sini kalau sudah musim hujan tiba, kami lewat motor laut sudah ke Labuan,” kisahnya.

Sementara itu, warga lainnya yang enggan dimediakan namanya berharap, sangat merindukan sekali sentuhan pemerintah dalam hal membangun, baik infrastruktur juga akses jaringan.

Karena itu, kata dia, kebutuhan masyarakat selain aktivitas rutin, disamping itu juga tidak terlepas dari jaringan dan informasi.

“Semoga pemerintah bisa melihat situasi kami, hal yang paling sulit kami di sini adalah jaringannya, pada hal kita sangat membutuhkan komunikasi lewat telepon dengan keluarga dan bukan hanya keluarga, tentu juga yang berkaitan dengan aktivitas kita dalam membantu ekonomi,” katanya.(fon)