KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Rabu, 9 Februari 2022, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas II A Kupang kerjasama dengan Puskesmas Batakte, Kabupaten Kupang kembali melakukan vaksinasi tahap I,II dan  III (Booster) bagi warga binaan pemasyarakatan dan pegawai Lapas Kelas II A Kupang.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kupang dengan Puskesmas Batakte, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kegiatan vaksinasi ini, salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan untuk Lapas se-NTT, kita yang pertama kali melakukan vaksinasi tahap III (Booster),” kata Kalapas Kelas II A Kupang, Badarudin, A.Md, IP,S.H kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/2/2022).

Warga binaan Lapas Kelas II A Kupang yang menerima vaksinasi tahap III (Booster), Rabu (9/2/2022) sebanyak 128 orang. Mereka  yang menerima vaksinasi tahap III itu adalah warga binaan yang telah memenuhi syarat, salah satunya minimal 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi kedua.

Sedangkan, yang baru menerima vaksinasi tahap  pertama sebanyak  20 orang dan tahap kedua, sebanyak 5 orang.

Kalapas Kelas II A Kupang, Badarudin,A.Md, IP,S.H berfoto bersama para wartawan setelah kegiatan vaksinasi tahap I,II dan III di Lapas setempat, Rabu (9/2/2022)

Lalu,  kenapa masih ada yang baru menerima vaksinasi tahap pertama sampai sekarang, kata dia,  karena saat dilaksanakan vaksinasi tahap pertama mereka terkendala dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan alasan sakit.

 Kata Badarudin, selain warga  binaan Lapas Kelas IIA Kupang yang menerima vaksinasi lengkap (Booster,red) juga ada warga binaan dari Lapas Wanita sebanyak 22 orang ditambah lagi dari LPKA.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dari seluruh pegawai Lapas Kelas II A Kupang yang belum menerima vaksinasi tahap pertama dan kedua sekitar 25 orang. Selain itu, sudah menerima vaksinasi hingga tahap ketiga ditambah pegawai LPKA termasuk Kalapasnya, pegawai LPP  dan Rutan.

Dengan demikian, dari 469 warga binaan yang menghuni Lapas Kelas II A Kupang, 98 persen sudah mengikuti vaksinasi tahap I, II dan III.  Sedangkan, sisa 2 persen lainnya yang belum  itu karena  alasan penyakit bawaan, dan belum memiliki KTP, terang Badarudin.

Bagi yang belum menerima vaksinasi tahap I, II dan III, pihaknya akan kembali menggelar kegiatan serupa pada Maret dan April 2022 mendatang di tempat yang sama.

“Saya kira, untuk seluruh Lapas dan Rutan di NTT, baru  Lapas Kelas II A Kupang yang pertama melaksanakan vaksinasi tahap III atau Booster termasuk juga untuk Jajaran Kementerian Hukum dan HAM NTT,” aku dia.

Apa yang dilakukannya itu hanya menjalankan instruksi pemerintah, dalam hal ini Kemenkum HAM RI, dimana seluruh UPT-nya harus melakukan pencegahan penularan Covid-19, sehingga tidak terjadi kasus Covid-19 di Lapas.

Salah satu langkah pencegahannya, menurut dia, melalui vaksinasi tahap  I,II dan III.  Apa lagi,  pemerintah sudah menyampaikan bahwa ada Covid-19 varian baru Omicron, sehingga harus dicegah lebih awal, tukasnya.

Warga binaan Lapas Kelas II A Kupang saat menerima vaksinasi tahap I,II dan III di Lapas setempat, Rabu (9/2/2022)

Ketika ditanya, apakah di Lapas Kelas II A Kupang ada warga binaan yang terpapar Covid-19, jawab Badarudin, tidak ada.

Di dalam Lapas, pihaknya terus memperketat protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak termasuk larangan melakukan kunjungan ke Lapas.

Khusus warga binaan yang dieksekusi Jaksa, lanjutnya lagi,  sebelum masuk ke Lapas  terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan secara ketat disertakan hasil rapid tes antigen yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terpapar Covid-19. Setelah itu, dikarantinakan selama 14 hari.

“Bersama tenaga kesehatan yang ada di Lapas, kita juga terus melakukan sosialisasi kepada warga binaan dari blok ke blok setiap saat  tentang pola hidup sehat,” ujarnya. (red).