KUPANG,NTT PEMBARUAN.com-  Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat,  Benny K. Harman kembali mengingatkan semua kadernya, bahwa konsolidasi itu menyatukan semua perbedaan.

 “Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, kata konsilidasi itu  mengandung makna menyatukan, memperkuat, mempersatukan,  dan menggabungkan . Kurang lebih substansinya sama.  Agenda konsilidasi kita pada  hari ini, Sabtu (5/2/2022) adalah agenda untuk menyatukan kembali,” tandas BKH saat tampil sebagai pembicara pada Rapat Konsolidasi Partai Demokrat se-NTT yang berlangsung di Grand Mutiara Kupang, Sabtu (5/2/2022).

Peristiwa cerai berai dalam sikap, dan dalam hal berpolitik, bagi BKH, bukanlah hal yang aneh, tetapi itulah sejatinya politik.  

Karena itu, lanjut dia, jangan memandang  perbedaan pandangan dan perbedaan sikap politik sebagai faktor disintegrasi  partai politik. Itu adalah dinamika karena setiap orang punya pilihannya masing-masing., dan itu adalah hal biasa dalam politik.

“Oleh sebab itu, agenda kita pada hari ini, Sabtu (5/2/2022) adalah agenda untuk melihat semua perbedaan, bahkan perbedaan-perbedaan yang barusan kita lewat itu adalah hal yang biasa-biasa saja, dan harus kita pupuk terus menerus di dalam partai kta,” tandasnya.

“Peristiwa yang barusan kita lewat, ada teman-teman yang tidak mendukung Bapak Leonardus Leo, dan ada  yang mendukung  Bapak  Jefri Riwu Kore , itu adalah hal yang wajar-wajar saja. Tetapi, sesuai dengan konstitusi partai kita, yang menentukan  dan memutuskan  itu adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, dalam hal ini, Ketua Umum, Sekjen dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat. Itulah konstitusi kita, itulah demokrasi kita. Siapapun yang diputuskan oleh DPP, itulah yang harus di taati bersama. Jangan setelah itu, kita terus ngotot dengan kita punya pilihan. Kalau terus ngotot, maka hari ini, Sabtu (5/2/2022)  kita melakukan konsilidasi untuk menyatukan semua perbedaan itu. Dalam konteks  itu sudah selesai, sudah lewat, maka kita mulai dengan agenda –agenda politik ke depannya,”papar BKH.

Kalau saat ditetapkan Bapak Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT , ada dinamika sedikit, dia menganggap itu hal biasa. Bahwa ada yang kemarin itu membakar bendera partai, menghina Ketum dan demo ke Polda NTT,  itu bukan kader partai, dan itu bukan tokoh partai. Namun, dirinya tetap menjunjung  tinggi hak untuk bebas berpendapat termasuk hak untuk melakukan demonstrasi.

“Tetapi yang saya tidak setuju adalah jika kebebasan itu disalahgunakan.  Ketika hak atas  kebebasan itu kita pakai untuk menghina sesama, ketika hak atas kebebasan itu kita pakai untuk menghina kita punya pimpinan dan ketika hak atas kebebasan itu kita pakai untuk membakar atribut partai, saya rasa, kita yang salah.  Apabila bapa dan ibu diam, ketika Ketumnya dihina, maka harus dipertanyakan komitmennya,”tukas  Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat itu.

“Melihat fenomena yang terjadi di NTT, saya punya keyakinan bahwa  dia yang dihina dina itu di NTT akan tiba saatnya untuk memimpin kita semua.  Oleh sebab itu, dari segi lain saya bangga, mungkin ini jalan Tuhan memberitahu kepada rakyat NTT, supaya kembalilah ke jalan yang benar, supaya kembalilah ke rumah bersama Partai Demokrat yang telah terbukti memimpin kita semua  dan membawa kesejahteraan untuk rakyat Indonesia termasuk  rakyat NTT selama 10 tahun. Kita juga berdoa, supaya jangan sampai terus-terusan seperti itu. Kalau BKH yang dihina, silahkan! Mau sejuta sepanduk, saya tidak peduli, malah semakin senang. Tetapi, kalau foto Ketum kita yang tidak punya salah apa-apa itu , maka pada saatnya kita juga mengambil  langkah lebih tegas lagi,”urainya.

“Konsolidasi sangat  penting,  sebab  partai politik kita punya cita-cita. Mengapa kita ingin menyatukan kembali yang  tercerai berai yang sempat terjadi di rumah besar  kita. Sebab, kita punya tujuan mulia yaitu ingin merebut kekuasaan.  Tentu melalui pemilihan umum.  Kekuasaan sebagai  presiden, sebagai wakil presiden, sebagai anggota DPR , sebagai gubernur, sebagai bupati/walikota . Itu tujuan agenda politik kita.  Sebab, hanya dengan kekuasaan itu, kita bisa lebih efektif melayani masyarakat.  Dengan kita memiliki kekuasaan, maka kita bisa melaksanakan program-program pro rakyat. Buktinya, apa yang dilakukan Bapak SBY  saat menjadi presiden banyak sekali  program rakyat kita lakukan.  Tetapi, begitu tidak lagi karena kalah Pemilu, maka kita kemudian mengambil posisi di luar pemerintahan selama 10 tahun.   Maka penting kita konsoilidasi untuk menyatukan kembali kekuatan-kekuatan,”pungkasnya.

Hadir dalam konsolidasi  itu antara lain, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Ny. Anita Jacoba Gah, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo, para calon pengurus DPD Partai Demokrat NTT, dan para Ketua DPC Partai Demokrat se-NTT. (red)