LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Minat masyarakat untuk membaca masih sangat rendah. Perpustakaan Daerah Kabupaten Manggarai Barat, di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, nampak selalu sepi.

Padahal, perpustakaan umum yang menjadi kebanggaan Pemkab Mabar tersebut memiliki koleksi buku bacaan hinga 15.226 koleksi. Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengatakan, bahwa memang target yang ingin dicapai pada Tahun 2021 itu 6,12% tapi terealisasinya hanya 2,96%.

“Memang target kita di Tahun 2021 itu ada di 6,12% ya, tapi terealisasinya hanya ada di 2,96% dari target. Itu kita dapat dari yang pertama pemerataan layanan perpustakaan, sudah itu ketercukupan koleksi, yang ketiga ketercukupan tenaga perpustakaan, yang keempat tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan, yang kelima perpustakaan yang ber NESP, yang keenam keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan dan ketujuh anggota perpustakaan.

Jadi, kalau ketujuh point ini dijumlahkan lalu dibagi dengan aspek literasi masyarakat kurang lebih ada 6,” kata Agustinus Rinus kepada media ini di Labuan Bajo, belum lama ini.

Dari sekian banyak desa yang ada di Kabuapten Manggarai Barat baru 23 desa yang memiliki perpustakaan. Menurutnya, pemerataan pelayanan perpustakaan itu yang masih sangat kurang.

“Saya ambil contoh model pemerataan pelayanan perpustakaan dari sekian banyak desa kita baru 23 desa yang memiliki perpustakaan. Jumlah koleksi kita sekarang itu 15.526 koleksi, sudah itu jumlah pustakawan kita 27 orang, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan baru kita 8. 204, jadi indeks kita masih sangat jauh di bawah provinsi 8,95 dan 12 koma sekian persen. Target kita di Tahun 2022 ini kurang lebih 6,36%.

Mudah -mudahan bisa terwujud tapi dengan terjadinya refocusing anggaran di Tahun2021 maka target-target pencapaian ini hampir tidak tercapai,”kata Rinus.
Untuk mendorong minat baca masyarakat, pihaknya dalam waktu dekat akan mendatangi sekolah-sekolah dan desa-desa kemudian ke kecamatan di Kabuapaten Manggarai Barat serta strategi-strategi yang dilakukan dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat.

“Nanti kita datang dari sekolah ke sekolah, dari desa ke desa juga kecamatan-kecamatan. Itu langkah kita yang pertama. Yang kedua, kami dalam waktu dekat melakukan peresmian pojok baca digital dilaksanakan di lantai 1 Kantor Bupati Manggarai Barat, 9 Februari 2022 mendatang. Ketiga, tahun ini kita akan membangun perpustakaan daerah berlantai tiga. Seluruh strategi-strategi yang akan kita dorong ini dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat, sehingga indeks literasi yang kita targetkan 6 % itu bisa terwujud di Tahun 2022 ini,” elas Mantan Kepala Dinas Pariwisata Mabar itu.

Kendala utama yang dialaminya adalah SDM.

“Memang kendala kita yang pertama terkait dengan SDM perpustakaan, terlebih untuk di perpustakaan umum ini masih kosong karena keterbatasan anggaran,” akuinya.

Pada hal, lanjut dia, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini menjadi indikator utama terkait dengan peningkatan SDM.

“Orang tidak akan mengetahui ilmu pengetahuan tanpa membaca, sehingga dengan demikian kami dorong ke depan itu bagaimana kita berupaya indeks literasi masyarakat bisa meningkat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita,” tukasnya.

Ia menyebutkan ada jenis perpustakaan diantaranya perpustakaan umum, perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, dan perpustakaan perguruan tinggi.

“Kami hanya mengurus perpustakaan umum, tetapi dalam rangka peningkatan indeks literasi ini kami juga akan menyasar ke sekolah-sekolah,” terang dia.
“Jadikan membaca itu sebagai budaya karena membaca adalah jendela dunia untuk pencapaian sumber daya manusia yang berkualitas.Kita berharap, masyarakat Mabar dari tahun ke tahun minat bacanya meningkat,” harap Rinus.

Agar itu bisa tercapai, ia terus mendorong melalui perpustakaan keliling dan pojok baca digital. (fon)