LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikananan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar),Yerimias Ontong menanggapi kondisi fisik UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Air Tawar yang memprihatinkan tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya Senin (17/1/2022) sore, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar, Yeremias Ontong, mengatakan pada Tahun 2017-2018 sudah ada kajian pengembangan BBI yang rencananya akan menjadi sumber benih untuk masyarakat umum dan sebagai tempat wisata edukasi bagi masyarakat.

“Pada Tahun 2017-2018, kami sudah lakukan kajian pengembangan BBI seperti apa ke depannya. Kami akan kembangkan BBI Nggorang itu menjadi sumber benih untuk masyarakat umum dan tempat wisata sekaligus edukasi bagi masayarakat yaitu tempat wisata pemancingan,” kata Yeremias Ontong.

Sejak saat itu langkah yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar, menyusun master plan seperti yang diharapakan, hanya karena adanya refocusing anggaran akibat Covid-19 sehingga belum bisa terealisasi.

“Setelah kajian itu kami lakukan kerja sama dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Selanjutnya, kami mengusulkan anggaran untuk penyusunan master plannya.Hanya sayangnya, pada Tahun 2021 lalu dananya sudah ada, tapi karena direfocusing untuk Covid-19 sehingga belum bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Tahun 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menganggarkan dana untuk pembangunan jalan aspal untuk akses masuk ke UPTD BBI yang Nggorang.

“Tahun ini pemerintah sudah menganggarkan dana untuk pembangunan jalan aspal dari jalur umum menuju BBI Nggorang. Harapan kami setelah jalannya dibangun, semakin banyak orang datang ke sana, baik untuk kepentingan penelitian, praktek lapangan bagi siswa/i SMK dan mahasiswa di bidang perikanan. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai lokasi berwisata.”

“Ketika jenuh di rumah atau di Kota Labuan Bajo, bisa datang ke sini
untuk berwisata mancing atau sekedar cari hiburan untuk melihat lokasi BBI untuk melihat bagaimana kolam-kolam benih ikan yang sudah kami buat sejak lama,” kata Yeremias sekaligus menggugah minat masyarakat datang ke tempat itu.

Karena itu, ia berharap, anggarannya bisa dicairkan tahun ini untuk pembangunan fisik, seperti kolam-kolam diperbaharui, tempat-tempat pemancingan kemudian gedung-gedung dan laboratorium. (fon)