DALAM rangka menyukseskan Revolusi 5 P, khususnya Revolusi pada bidang perkebunan, Bupati Kupang, Korinus Masneno bersama Forkompimda dan jajaran di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang melakukan penanaman anakan kelapa hijau dan kurma di lokasi Pantai Wisata Teres, Kecmatan Amarasi Selatan, Jumat (14/1/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taemenas, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Ny.Sofia Malelak De Haan, DanRadar Buraen, Perwira Penguhubung Kodim 1604, Sekda Kabupaten Kupang, Obet Laha dan para pejabat Lingkup Pemkab Kupang diantaranya Asisten III Setda Kabupaten Kupang, Ny. Novita Funay, Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Messak S. Elfeto, Staf Ahli Bidang Administrasi Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Pandapotan Siallagan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Paulus Ati, Kadis PUPR , Jhoni Nomseo, Kadis Pertanian Kabupaten Kupang, Amin Juariah, Kabag Prokopim Setda Kabupaten Kupang, Ny. Martha Para Ede, Kabag Ekonomi, Merlin Bureni, Camat Amarasi Selatan, Tonce Teuf, para Kepala Sekolah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Siswa Siswi SMP-SMA di Amarasi Selatan.

Bupati Kupang, Korinus Masneno menyampaikan apresiasi atas terlaksananya penanaman anakan kelapa dan kurma yang dilakukan bersama-sama masyarakat, para guru dan para siswa di lokasi Pantai Wisata Teres.

Gerakan menanam, menurut dia, harus dibiasakan sejak dini pada anak-anak karena akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

Melalui Program Revolusi 5 P, Pemerintah Kabupaten Kupang berupaya membangun ekonomi kerakyatan masyarakat dengan apa yang ada pada masyarakat dan bisa dikerjakan masyarakat, bukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan masyarakat.

“Kalau kita membangun pabrik motor dan sepeda di sini, tentu bukan keahlian dan bidang yang dikuasai oleh masyarakat,” kata Bupati Korinus.

Untuk itu, ketika dirinya merenungkan dan membuat program, maka dilihatlah bidang-bidang seperti bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan serta pariwisata yang terangkum dalam program Revolusi 5P.

Pemerintah Kabupaten Kupang bersama DPRD setempat telah merancang grand desain pembangunan Kabupaten Kupang 5-10 tahun ke depan yang diharapkan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk bidang perkebunan, lanjut dia, menanam lamtoro, kelapa dan jenis-jenis komoditi lainnya diharapkan punya daya saing kedepan, sehingga akan memberikan hasil yang luar biasa bagi peningkatan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kupang yang tentunya akan dinikmati sampai anak cucu.

Terkait dengan komoditi kelapa hijau, lanjutnya lagi, anakannya didatangkan dari Bali dengan harga Rp 80.000/pohon dan pemerintah telah menyiapkan 15.000 anakan yang diberikan kepada masyarakat untuk ditanam, terkhusus masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi Wisata Pantai Teres dan Fatubraun. Berdasarkan kajian, kelapa ini akan dapat berbuah dalam kurun waktu 2,5 tahun hingga 5 tahun dengan jumlah buahnya bisa mencapai 80 buah/pohon.

“Sehingga dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama kita dapat memetik hasilnya bahkan bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” kata Bupati Korinus sekaligus memotivasi para petani untuk terus bersemangat dalam menanam.
Terkait dengan tanaman anakan kurma, dirinya termotivasi dari Yang Mulia Uskup Agung Kupang, dimana setiap
bertemu selalu menyajikan buah kurma dan kurma hanya bisa hidup di daerah tropis.

“Saat ini kurma didatangkan dari Arab dan Israel, sehingga kita perlu mencoba menanam siapa tahu bisa hidup dan dikembangkan di Amarasi karena mempunyai daya jual yang bernilai ekonomi tinggi. Di cela-cela kelapa bisa tumpang sari dan yang paling cocok ialah lamtoro. Saya bermimpi suatu ketika masyarakat di Kabupaten Kupang akan memanen beras di puncak gunung,” tukas Bupati Masneno.

“Caranya, jika 1 kepala keluarga (KK ) memiliki lahan lamtoro 1 hektar ditambah rumput odot kita bisa memelihara 5 ekor sapi maka dalam 6 bulan pemeliharaan dan sapinya dijual dengan keuntungan sebesar Rp 2,5 juta/ekor saja maka akan menghasilkan keuntungan Rp 12,5 juta yang jika dibelikan beras maka akan dapat lebih kurang 24 karung besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga tersebut,” ajarnya.

Jadi Destinasi Wisata Favorit

Terkait lokasi Wisata Pantai Teres dan Fatubraun, orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu mengharapkan dengan penataan dan pembangunan yang saat ini sedang dilakukan akan menjadikan Pantai Teres menjadi tujuan wisata favorit di Kabupaten Kupang. Berbagai fasilitas yang dimiliki seperti aula lopo besar, panggung out door di pinggir pantai, taman bunga bougenvil, lopo-lopo bersantai, water mission sehingga pengunjung bisa minum air langsung di kran, kolam renang, kolam pemancingan ikan ditambah dengan penerangan akan membuat Pantai Teres menjadi lokasi wisata siang malam.

Puncak Fatubraun juga akan dilengkapi dengan teropong yang saat ini sementara dipesan di Selandia Baru.

Teropong ini akan melengkapi fasilitas di lokasi wisata Pantai Teres yang nantinya akan digunakan oleh para pengunjung/ wisatawan untuk menikmati panorama alam yang sangat eksotis di sepanjang Pantai Teres.

Kata Bupati Masneno, pembangunan Pantai Teres dilakukan secara swadaya oleh masyarakat untuk menghemat anggaran.

Contohnya, lopo 1 unit jika diproyekan harganya sekitar Rp 75 juta, namun dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat hanya dengan harga Rp 25 juta. Selain itu, ada lopo yang besar yang bisa dijadikan aula pertemuan yang bisa digunakan pengunjung bahkan bisa digunakan dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan.

Salah satu fasilitas yang masih diharapkan ialah penyambungan jaringan Listrik PLN ke lokasi wisata ini yang belum terealisasi.

“Menjelang peresmiannya, kita kirim surat ke Menteri BUMN agar listrik dapat dikerjakan dengan baik,” ungkap Bupati Kupang itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taemenas menyampaikan apresiasi atas program Revolusi 5 P yang menurutnya sangat cocok diterapkan di Kabupaten Kupang. Masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di Amarasi merupakan peternak dan petani yang luar biasa yang sudah berjalan sejak dahulu.

“Lamtoro merupakan emas hijau, dan kalau kita lihat saat turun dari pesawat maka Amarasi kelihatan sangat hijau dengan tanaman perkebunan dan lamtoro,” ungkap Taemenas.

Dirinya yakin dengan semangat dan kebersamaan yang dilakukan Bupati Kupang bersama masyarakat, program Revolusi 5 P, lambat atau cepat akan berhasil dan memberikan dampak yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.

“Lambat atau cepat revolusi 5 P akan berhasil, saya yakin,” ungkap Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang tersebut.

Kepada masyarakat, dirinya berharap agar terus menanam mengingat dirinya sendiri belajar menanam di Amarasi hingga akhirnya mendapatkan penghargaan sebagai petani dan peternak terbaik NTT dari lingkungan hidup.

Salah satu mental terbaik yang ada dan perlu dipertahankan ialah sikap rajin sehingga tidak heran banyak anak-anak di Amarasi yang bisa sekolah tinggi dari hasil bertani dan berternak orangtuanya. (Prokopim Setda Kab.Kupang/red)