OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kerjasama YPA MDR melaksanakan program kampus mengajar di Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di ruang Rapat Bupati Kupang di Oelamasi, Selasa (11/1/2022).

Hadir Bupati Kupang, Korinus Masneno,
Dekan FKIP UKSW Salatiga, Herry Sanoto beserta tim, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, Kepala RSKK, Benidiktus Selan, para Kepsek Binaan YPA-MDR Area Kecamatan Takari dan Amarasi serta para mahasiswa UKSW Salatiga.

Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim bukanlah sebuah nama yang baru dalam konsep dan cita-cita pembangunan pendidikan d daerah-daerah pra-sejahtera, khususnya di Kabupaten Kupang.

Yayasan ini telah banyak berkontribusi dalam bentuk pola pembinaan akademik, karakter, kecakapan hidup dan seni budaya bagi peserta didik dan tenaga pendidik pada sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang.

Karena itu, atas nama Pemkab Kupang dan seluruh pelaku pendidikan di Kabupaten Kupang, Bupati Korinus Masneno menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim bersama Universitas Kristen Satya Wacana yang telah menginisiasi pelaksanaan program Kampus Mengajar di Kabupaten Kupang yang tentunya merupakan sebuah terobosan yang baik dan patut diapresiasi, terlebih jika memperhatikan tingkat kemampuan literasi dan numerasi saat ini yang masih berada pada peringkat terbawah secara global.

Masneno berharap, program Kampus Mengajar ini dapat menjadi sebuah program kolaboratif bersama Pemda yang mampu mendorong akselerasi terhadap kemampuan literasi dan numerasi pada sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang. Tidak hanya itu, Bupati Masneno juga mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa atas keterlibatannya dalam program tersebut.

Jadikan kesempatan ini untuk membaktikan ilmu, keterampilan dan kreatifitas para mahasiswa, pesan Bupati Korinus.

Korinus mengakui bahwa Pemkab Kupang sudah lama bermitra dengan Yayasan Astra yang telah memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di daerah itu.

Hal yang membuat Pemkab Kupang familiar dengan yayasan ini, pola pendampingan dan pembinaannya, begitu relevan dengan program bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh Pemkab Kupang.

Hari ini, kemitraan itu kembali dilanjutkan, melalui program Kampus Mengajar yang akan difokuskan pada sekolah-sekolah di Kecamatan Takari dan Amarasi Selatan.
Perlu ada kesungguhan dan perhatian serius dari Pemda bersama para pemangku kepentingan yang ada dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Biasanya yang menjadi kesulitan kita adalah kemampuan membaca situasi dan kondisi lapangan yang tidak memadai. Pelajari situasi yang ada. Bekerja samalah dengan para guru untuk bersama mewujudkan “Sekolah Unggul” di Kabupaten Kupang,” pesannya.

Sementara itu,Ketua YPA-MDR Herawaty Prasetyo, menegaskan Program Kampus Merdeka Tahun 2022 dilaksanakan dengan sasaran sekolah binaan YPA-MDR di Kabupaten Kupang tepatnya di Kecamatan Takari dan Amarasi Selatan, dengan dikirimkan 13 orang mahasiswa ke 13 sekolah yang terdiri dari 9 SD dan 4 SMP, masing-masing 1 orang mahasiwa selama 4 bulan terhitung bulan Januari hingga April 2022.

Herawaty menegaskan, peran mahasiswa peserta Kampus Mengajar bukan untuk menggantikan fungsi guru di sekolah namun diharapkan menjadi mitra bagi sekolah, untuk bekerja sama dengan para guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah sekaligus agen of change yang mampu membawa perubahan positif dan inovatif untuk kemajuan sekolah.

Besar harapan kami, para mahasiwa bisa menyelesaikan tugas dengan efektif dengan mengimplementasikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperoleh dari UKSW dalam mengajar dan turut membina guru dan siswa di sekolah binaan YPA-MDR.

Para mahasiswa juga diharapkan menjadi inspirator bagi para guru dan siswa dalam sikap dan tindakan, baik dalam proses pembelajaran maupun bermasyarakat.

Senada dengan itu, Prof. Ferdy S. Rondonuwu, Ketua Pusat Studi Pendidikan Sains, Teknologi dan Matematika UKSW Salatiga, menjelaskan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan program yang dicanangkan Kemendikbud agar kampus bisa membantu program di daerah yang sedang berlangsung agar terjadi percepatan. Kampus ini didesain oleh Universitas Satya Wacana dengan konsep kemitraan Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR).
Beliau mengungkapkan, program ini secara spesifik menyasar peningkatan mutu pendidikan di dua kecamatan yaitu Takari dan Amarasi Selatan. Program ini mendukung program yang sebelumnya sudah berjalan yang diinisiasi oleh YPA-MDR.

Rondonuwu berharap, ada sinergitas antara sekolah, Dinas Pendidikan dan Universitas melalui 13 orang mahasiwa selama 4 bulan yang akan membantu para guru untuk program literasi dan numerasi di 13 sekolah yang ada di Kabupaten Kupang. Semoga pengalaman para guru serta tenaga kreativitas dan semangat dari mahasiswa bisa menjadi satu perpaduan yang baik sehingga tingkat pendidikan di 2 kecamatan ini bisa terbantu.( Prokopim Kab.Kupang/red)