LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com–Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap membantu biaya operasi kedua anak yang menderita bronkitis dan hidrosefalus di daerah itu.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng
kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (11/1/2022).

Kedua anak yang akan dibantu itu yakni, Mektildis Oktaviana (12) bocah penderita hidrosefalus Warga Desa Pantar, Kecamatan Komodo anak dari pasangan suami istri Fransiskus Dasales Ndora (38) dan Maria Oni (37).

Sedangkan, Altrisno Ekryano Defredi (bayi 5 bulan) menderita penyakit bronkritis.
Bayi ini adalah anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Fredianus Adi Sudirman (28) dan Yudita Delnia Srisuparsi (26), Warga Perumahan di Jalan Kenari, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Bayi mungil yang bernama Altrisno Ekryano Defredi ini, lahir 15 Agustus 2021 lalu dan sejak lahir sudah mengidap penyakit bronkitis.

Hasil diagnosa penyakit yang diderita bayi mungil ini baru diketahui saat usianya memasuki umur 3 minggu pasca melahirkan.

Yang pasti, kata Wabup Weng, Pemkab Mabar siap membantu kedua anak tersebut sesuai kemampuan keuangan daerah nanti.

Terkait dengan bantuan itu, lanjut dia, paling tidak kedua anak tersebut ada surat keterangan tidak mampu dari desanya masing-masing ditujukan kepada Bupati Mabar dan diproses melalui Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat.

“Paling tidak ada surat keterangan tidak mampu dari desanya ditujukan kepada Bupati Mabar. Dulu, kita pernah bantu beberapa anak yang tidak mampu dari Mabar untuk biaya operasi di Denpasar termasuk biaya tiket PP Labuan Bajo – Denpasar dan biaya hidup selama berada di Denpasar,” kata Wabup Weng.

Kepada kedua pasien tersebut juga, ia berharap agar segera mengecek kembali sakitnya ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Khusus anak yang bayi disebut bronkitis dari vidio yang dia lihat, bisa saja sakit jantung bawaan dari kecil.

“Kalau bisa informasikan kepada orangtuanya bawa dulu ke dokter, sekarang kita tidak ada dokter jantung di Manggarai Barat, tapi ada dokter anak, baik yang ada di Rumah Sakit Siloam maupun di RSUD Marombok untuk diperiksa. Nanti kan ada tindak lanjut dari si dokternya, apa selanjutnya yang dibuat terhadap anak ini baik yang tadi di bilang bronkitis maupun yang hidrosefalus,” sebut Wabup Weng. (fon)