LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Menurut rencana, ribuan anggota Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Manggarai Barat bersama Tenaga Kontrak Daerah (TKD) akan melakukan aksi damai di Kantor Bupati dan Gedung DPRD Mabar mulai tanggal 10–12 Januari 2022 mendatang.

Rencana itu disampaikan Wakil Sekertaris I DPC Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Kabupaten Manggarai Barat, Eras Tengajo kepada media ini di Labuan Bajo, Jumat (7/1/2022).

Eras yang juga dipersiapkan selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi tanggal 10–12 Januari 2022 itu mengecam keras atas kebijakan Bupati Mabar, Edi Endi yang melakukan pemotongan upah Tenaga Kontrak Daerah (TKD) dari Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT sebesar 1.950.000 dipotong sebesar 50% dan juga pemberhentian TKD di wilayah itu.

Kata Eras, Bupati Mabar telah mengeluarkan kebijakan baru untuk memberhentikan ratusan TKD dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Manggarai Barat tanpa alasan yang jelas.

Padahal, menurut Eras, asesmen terhadap pemberhentian TKD tersebut masih dalam tahap proses saat ini, tapi Bupati Mabar telah mengeluarkan surat larangan bekerja bagi TKD.

Surat larangan itu ditujukan kepada setiap Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sambil menunggu SK pemberhentian resmi dari bupati sendiri.

Ia menduga, pemotongan upah TKD itu untuk menaikan anggaran reses anggota DPRD setempat.

“Kami menduga, pemotongan upah TKD itu untuk menaikan anggaran reses anggota DPRD yang sudah dibahas bersama antara Bupati dengan DPRD pada sidang pembahasan APBD Tahun 2020 yang tidak tepat sasaran dan membunuh nasib TKD,” kata Eras.

Bagi dia, kebijakan yang diambil itu terkesan mengintimidasi dan membunuh nasib TKD yang akan menambah pengangguran di daerah itu.

Peduli terhadap nasib TKD, maka pada tanggal 10 –12 Januari 2022, ia akan memimpin aksi damai dengan sasaran Kantor Bupati dan Gedung DPRD Mabar.
Menurut rencana, sekitar ribuan anggota FSBDSI bersama TKD di Kabupaten Manggarai Barat akan terlibat dalam aksi damai itu nanti.(fon)