WAINGAPU, NTT PEMBARUAN.com–Marvel Wulu Praing (6), Warga Desa Watu Puda, Kecamatan Melolo, Kabupaten Sumba Timur yang terseret banjir saat menyebrang sungai Ngadu, Sabtu (1/1/2022) belum ditemukan.

Berdasarkan pres release dari Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang yang diterima media ini, Minggu (2/1/2022) pagi dikabarkan korban belum ditemukan.

Awalnya, Sabtu (1/1/2022) pukul 18.59 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan dari Rambu Amy tentang anak berusia 6 tahun yang terbawa arus banjir saat menyeberang sungai di Desa Watupuda, Kecamatan Melolo, Kabupaten Sumba Timur.

Dari laporan yang diterima oleh Petugas Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang diteruskan ke Kasi Operasi dan Siaga, dan setelah dilakukan cross check beritanya ke Polsek Melolo Sumba Timur bahwa memang benar ada kejadian tersebut.

Korbannya bernama Marvel Wulu Praing usia 6 tahun, jenis kelamin laki-laki, Warga Desa Watu Puda, Kecamatan Melolo, Kabupaten Sumba Timur.

Selanjutnya pukul 19.21 Wita, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Emi Frizer, S.E.,M.M melalui Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Saidar Rahmanjaya, SH,M.A.P memerintahkan satu Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu berjumlah 7 orang dengan menggunakan 1 unit Rescue D-max 1 unit Rescue CAR Box, dilengkapi palsar air dan palsar pendukung lainnya menuju lokasi kejadian guna melaksanakan Operasi SAR

Pukul 21.30 Wita, Tim Rescue tiba di Desa Watupuda, Kecamatan, Melolo, Kabupaten Sumba Timur dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban.

Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga, masyarakat, aparat setempat, namun korban belum ditemukan. Tim SAR Gabungan bersama masyarakat sudah melakukan penyisiran di sekitar LKK, dan Sabtu (1/1/2022) pukul pukul 23 45 Wita, korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan, Minggu (2/1/2022) pagi.

Unsur SAR yang terlibat diantarannya, Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu, Pol AL Sumba Timur, BPBD Kabupaten Sumba Timur, Polsek Melolo, Camat Melolo, Aparatur Desa Watu Poda, keluarga korban dan masyarakat setempat.(red/*)