KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pembangunan Jembatan Termanu di Kabupaten Rote Ndao akan dituntaskan Tahun 2022 mendatang.

“Ini adalah paket bencana pasca badai siklon tropis seroja April 2021, sehingga harus dikerjakan secara multi years hingga Tahun 2022 baru tuntas 100 persen,” kata Kasatker PJN Wilayah I BPJN X NTT, M.Syazili, ST, MT kepada media ini di Kupang, Selasa (28/12/2021).

Menurut dia, dari 15 titik jembatan yang ditangani Satkernya pasca bencana badai siklon tropis seroja, 14 titik diantaranya sudah selesai 100 persen dan tinggal satu titik saja yang belum tuntas yaitu Jembatan Termanu di Kabupaten Rote Ndao.

Ia optimis, hingga tanggal 31 Desember 2021, progres fisik pembangunan Jembatan Termanu ini bisa mencapai 80-an persen, dan diperkirakan Februari 2022 fisiknya sudah tuntas 100 persen.

Kendala utamanya, menurut dia, cuaca/hujan yang menyebabkan banjir di lokasi pembangunan jembatan karena daerah itu merupakan tempat pertemuan dari berbagai sungai.

Sehingga kalau sudah banjir, maka para pekerja berhenti tahan bekerja dulu menunggu airnya surut baru bisa melanjutkan pekerjaan lagi.

“Pekerjaannya tinggal ngecor tiang saja. Mudah–mudahan cuaca cerah hari ini, Selasa (28/12/2021) sudah bisa melakukan cor tiang jembatannya. Jadi, memang hambatan utamanya adalah banjir,” ungkap Syazili.

Pembangunan jembatan Termanu sepanjang 90 meter yang dikerjakan PT. Waskita Karya (WK) ini menelan anggaran sebesar Rp 84 miliar.

Sementara, 9 paket jalan nasional lainnya yang juga ditangani Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN X) Tahun 2021, progresnya kini rata–rata sudah 100 persen dan sekarang tinggal masa pemeliharaannya saja.

Sembilan paket jalan nasional yang ditanganinya tahun ini masing–masing, daratan Sumba 5 paket, Rote Ndao 1 paket dan Kabupaten Kupang 3 paket ( Pulau Semau 1 paket dan Jalan Poros Tengah 2 paket). (red)