KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Romo Yasintus Efi, Pr dalam pesan Natal-nya saat memimpin misa Hari Raya Natal, 25 Desember 2021 di Kapela St.Kristoforus Matani mengatakan, Natal adalah membawa suka cita dan menghadirkan berkat bagi banyak orang.

“Natal lahir dalam hidup kita pribadi, dalam keluarga dan dalam  komunitas kita masing-masing, baik di tingkat Kelompok Umat Basis (KUB), Wilayah, Stasi dan Paroki. Semoga damai Natal selalu beserta kita.  Dan’ kita berdoa, semoga pandemi Covid-19 segera berlalu,” doa Romo Efi.

Sementara, dalam khotbahnya, Romo Efi mengatakan, hari  ini  Juru Selamat telah lahir di Kota Betlehem . “ Apa yang menjadi penting dan apa yang menjadi  bermakna bagi kita.  Hari  ini telah lahir bagimu Sang Juru Selamat di Kota Daud. Marilah saudara, kita belajar dari inspirasi para gembala,” kata Romo Efi.

Konteksnya, para gembala ini orang-orang sederhana.  Sabang hari, mulai pagi sampai sore, bahkan malam hingga fajar mereka terus menggembalakan domba-dombanya di padang yang jaraknya jauh dari rumah mereka (para gembala,red).

Dalam suasana kegelapan malam kala itu, tiba-tiba turunlah Malaikat, kemudian mengelilingi para gembala. Dalam situasi yang gelap gulita saat itu, tiba-tiba muncul cahaya bersinar mengelilingi para gembala.

Dalam suasana ketakutan itulah, Malaikat yang tampak saat itu akhirnya menerangi hati para  gembala dengan menyatakan,  jangan takut, sebab sesungguhnya Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.

Hari  ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus di Kota Daud.  Dan’  inilah tandanya bagimu,  kamu akan melihat seorang bayi mungil yang dibungkus dengan lampin, dan terbaring di dalam palungan.

 Jika Malaikat itu meninggalkan para  gembala saat itu, lanjut Romo Efi,  yang terjadi adalah kembali gelap gulita. Tetapi, hati para gembala itu, semakin berkobar-kobar. Ada penasaran, tetapi sekaligus percaya.

“Karena itu, mereka saling mengatakan, mari kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi di sana,” kisah Romo Efi meniru ungkapan para gembala kala itu.

Para  gembala itu tidak lagi harus berpikir tentang kawanan domba ternak piaraannya, tetapi  mereka bergegas ke Betlehem dan menemukan apa yang telah dikatakan Malaikat tadi, tentang anak itu. Dan’ ketika mereka melihat anak itu, mereka juga memberitahukan apa yang sudah diberitahukan oleh Malaikat tentang anak itu, sehingga  orang-orang yang berada di sekitar itu yang  mendengar langsung kesaksian para gembala tersebut menjadi terheran-heran.

Pada zaman itu, semua orang datang ke Yerusalem untuk mendaftarkan sensus termasuk  Maria dan Yoseph yang juga merupakan bagian dari keluarga Daud.  Sesampai di Betlehem, tidak ada lagi rumah untuk menampung Maria dan Yoseph karena semuanya sudah penuh, sehingga Maria dan Yoseph melahirkan Putra-Nya di kandang domba.

Orang banyak yang menyaksikan kelahiran Yesus saat  itu, melihatnya biasa –biasa saja, seperti mereka menyaksikan bayi lainnya yang di lahir di atas mobil, lahir di atas pesawat,  lahir di bawah pohon, lahir di semak-semak,  dan sebagainya.

Tetapi, ketika para gembala itu memberitahukan mereka tentang pemberitaaan kelahiran anak itu, semua orang menjadi heran.  Para gembala itulah yang memberikan nilai spritual tentang kelahiran Yesus.

“Bagi  yang sedang merayakan Natal saat ini, adakah hati kita berkobar-kobar juga seperti para gembala, dan apakah kita cepat –cepat menuju ke Betlehem dalam harian hidup kita? Dalam konteks ini, kita tidak perlu jauh-jauh ke  Betlehem. Ajakan para gembala itu juga tertuju kepada kita. Betlehem adalah hidup harian kita. Marilah kita pergi ke Betlehem untuk berjumpa dengan Tuhan,” ajak Romo Efi.

Anggota paduan suara dari KUB Bunda Penolong Abadi, Wilayah V, Stasi St. Kristoforus Matani yang memeriahkan misa kedua pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2021.

“Betlehem, tempat kelahiran Yesus itu saat ini begitu banyak ragam. Betlehem itu, adalah suami, istri dan anak-anak dalam satu keluarga, tetangga, orang-orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan kita. Betlehem adalah orang-orang yang kita cintai, Betlehem  adalah orang –orang yang sedang berkonflik dan membutuhkan bantuan perdamaian. Betlehem adalah saudara/i  kita yang saat ini terkena musibah. Itu adalah Betlehem bagi kita untuk Natal kali ini. Marilah kita pergi ke Betlehem untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus.  Kita akan bersaksi  tentang Natal, tentang suka cita besar dari  Surga yang telah dianugrahkan supaya menjadi suka cita duniawi.  Saya dan anda sekalian, diundang dan diutus sebagaimana para gembala mereka memberitakan kepada orang banyak tentang suka cita besar dari Surga.  Kita beritakan Natal, sebagai suka cita Surgawi  yang kini telah datang bagi  kita. Allah yang sungguh peduli dengan kita, kini menjadi nyata,”papar Romo Efi.

Seperti disaksikan wartawan media ini, misa perayaan Natal di Kapela St.Kristoforus Matani berlangsung selama dua kali, misa pertama dimulai jam 07.00 Wita yang dipimpin Romo Yasintus Efi diiringi oleh paduan suara dari KUB St. Petrus dan misa kedua dimulai jam 09.00 Wita juga  dipimpin oleh Romo Yasintus Efi,Pr diiringi paduan suara dari KUB Bunda Penolong Abadi , Wilayah V, Stasi St. Kristoforus Matani.(red)