KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Sepuluh paket yang ditangani Pejabat Pembuat Komitmen Pendayagunaan Air Tanah (PAT) dan Pengembangan Air Baku (PAB) I Satuan Kerja (Satker) Non Vertikal Tertentu (NVT) ATAB  Nusa Tenggara II Balai Wilayah Sungai (BWS) NT 2,  Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021 selesai tepat waktu.

Dari sepuluh paket itu, 7 paket fisik dan 3 paket supervisi  yang pada akhir kontrak tanggal 21 Desember 2021 sudah selesai 100 persen, kata PPK PAT  dan PAB I  Satker NVT  ATAB  Nusa Tenggara 2 Balai Wilayah Sungai (BWS) NT 2,  Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ruben Riwu kepada wartawan di Kupang,  Kamis (23/12/2021).

“Tujuh paket fisik dan tiga paket supervisi itu selesai tepat waktu, karena kita tidur terus di lapangan atau jarang berada di kantor, sehingga pada akhir kontrak tanggal 21 Desember 2021 semuanya sudah rampung 100 persen,”papar putra kelahiran Sabu Raijua itu.

Tujuh paket fisik itu, yakni  3 paket pembangunan/peningkatan air tanah untuk air baku tersebar di  Kabupaten Rote Ndao dengan pagu anggaran sebesar Rp  4, 5 miliar, Kabupaten Alor dan Sabu Raijua masing-masing sebesar Rp 3 miliar.

Diikuti satu paket embung di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan pagu anggaran sebesar Rp 10 miliar tersebar di 7 titik di 4 kecamatan di daerah itu.

Selain itu, tahun ini, PPK PAT dan PAB I juga mengerjakan paket rehablitasi dan peningkatan jaringan irigasi sprinkler di Kabupaten Belu masing-masing,  paket I dengan pagu anggaran sebesar Rp 23 miliar, paket II dan paket III masing-masing  sebesar Rp 25 miliar, sehingga total  keseluruhan anggarannya mencapai Rp 9 5,5 miliar dengan komposisi, kegiatan fisik sebesar Rp 93, 5 miliar dan supervisi sebesar Rp 2 miliar.

Terkait teknis di lapangan, jawab Ruben memang ada, tetapi  bisa diatasi oleh kontraktor di lapangan, seperti  pompa,  dimana  saat dilakukan  operasional di lapangan perlu penyesuaian sehingga harus mendatangkan orang teknisi dari pabriknya di Surabaya.

“ Memang mesinnya buatan Italia merk zany,  hanya agennya  saja di Surabaya. Awal kontrak kita sudah sampaikan kepada rekanan segera koordinasi dengan pabrik, supaya masalah –masalah teknis  seperti ini langsung teratasi,” pungkasnya. (red)