RUTENG, NTT PEMBARUAN.com– Kegiatan rekoleksi merupakan perwujudan menggerakkan persaudaraan dalam kelompok kategorial Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM).

Demikian disampaikan RD. Stefanus Sawu dalam kegiatan rekoleksi menyongsong Hari Natal, 25 Desember 2021 bagi kelompok kategorial Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM) Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang, Rabu (22/12/2021).

“Rekoleksi berasal dari kata ‘recollect’, ditambah imbuhan akhiran -ion menjadi recollection yang artinya mengumpulkan kembali. Rekoleksi merupakan suatu proses menuju pemulihan kembali semangat dan persaudaraan yang ada dalam kelompok kategorial ini (THS-THM). Dengan melakukan rekoleksi semangat persaudaraan akan semakin tumbuh dan kokoh dalam komunitas atau kelompok kategorial.

Rekoleksi ini tentu merupakan hal baik dalam menggerakkan persaudaraan sebagaimana prinsip organisasi pencak silat pendidikan Katolik THS – THM”, tutur Pastor Paroki Narang itu.

Dalam kesempatan rekoleksi tersebut, Romo Steve menegaskan bahwa kegiatan rekoleksi sangat baik dalam menjaga eksistensi kelompok kategorial THS – THM dan wujud persiapan batiniah dalam menyongsong Kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus.

“Kegiatan rekoleksi ini baik dalam menjaga dan merawat eksistensi kelompok kategorial ini di Paroki Narang,” tukasnya.

Salah satu prinsip organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) adalah persaudaraan.

Hal ini sejalan dengan tema Natal tahun ini yakni “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan.
Oleh karenanya, agar semua anggota dan atau calon anggota yang baru mau bergabung dalam kelompok kategorial tersebut senantiasa menjunjung tinggi semboyan, motto dan prinsip organisasi sebagaimana tertuang dalam statuta organisasi.

“Dalam statuta, prinsip organisasi THS-THM adalah kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan kesetiakawanan dengan semangat Katolik Roma. “Lewat kegiatan rekoleksi ini, kita telah mewujudkan pesan Natal sebagaimana tema Natal tahun ini yakni “Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan. Sehingga kita semua yang tergabung dalam kelompok kategorial ini baik anggota maupun calon anggota baru agar selalu menjunjung prinsip organisasi termasuk semboyan dan juga motto organisasi”, kata Romo Stef.

Koordinator Ranting Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM), Rofinus Renta menyampaikan pandangan yang sama dengan Romo Steve. Usai melakukan kegiatan rekoleksi yang ditutupi dengan perayaan Ekaristi Kudus, Rofin menyampaikan pentingnya membuat kegiatan rekoleksi bagi anggota organisasi THS – THM, terutama dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus Sang Juru Selamat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam organisasi yang memiliki motto Fortiter in Re, Suaviter In Modo.

Kegiatan rekoleksi merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam meningkatkan spiritualitas anggota organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM), dimana organisasi pencak silat pendidikan THS – THM tidak hanya olahraga biasa yang membentuk dan mengembangkan kegiatan fisik (olah fisik), namun salah satu bagian penting yang menjadi fokus pencak silat pendidikan ini adalah mengembangkan mental dan spiritual keanggotaannya.

Dengan demikian yang menjadi motto dari organisasi ini yakni Fortiter In Re, Suavitaer in Modo betul-betul dapat dihayati oleh setiap anggota organisasi THS – THM. Selain itu, kegiatan ini dibuat dalam rangka persiapan anggota organisasi THS – THM dalam menyambut kedatangan Kristus Sang Juru Selamat”, ujar kepala SMA Negeri 4 Satarmese itu.

Di tempat terpisah, Sekretaris Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria, Ranting Paroki Narang, Gregorius Ganggur, menyampaikan hal yang sama.

Menurut dia, kegiatan rekoleksi merupakan bagian yang tidak dapat dipsahkan dan merupakan salah satu program dalam meningkatkan nilai spiritual anggota organisasi THS – THM Ranting Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

“Iya. Salah satu bidang dalam kegiatan dalam organisasi pencak silat pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria adalah Mental Spritual. Dalam mengembangkan bidang tersebut, salah satu program organisasi kami adalah dengan melakukan rekoleksi bersama baik anggota maupun calon anggota. Kegiatan ini memang dalam rancangan program kami dilaksanakan dua kali yakni menjelang Natal dan juga paskah. Dan kegiatan hari ini adalah merupakan bagian dari persiapan diri anggota dan calon anggota dalam menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2021”, jelas guru SMA Negeri 1 Satarmese tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM) pada dasarnya meyakini bahwa organisasi THS – THM meningkatkan kesehatan jiwa dan kerohanian itu jauh lebih penting dan akan dengan sendirinya tubuh akan sehat.
Menurutnya, organisasi THS – THM menganut prinsip Corpus Sanum In Mentem Sana atau jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat.

“Organisasi tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria memegang prinsip Corpus Sanum In Mentem Sana bukan Mensana In Corpore Sano. THS – THM meyakini bahwa dalam jiwa yang sehat akan melahirkan tubuh yang sehat. Bahwa jiwa yang sehat akan mampu mengontrol setiap kata, tindak dan perilaku anggota organisasi THS – THM.
Dengan memiliki jiwa yang sehat kami meyakini bahwa setiap anggota kami mampu menerapkan motto kami yakni Fortiter In Re, Suaviter In Modo atau Kokoh kuat dalam prinsip, luwes lembut dalam mencapainya”, ucap beliau lewat press Release yang diterima media ini.(fon/*)