LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com-DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Manggarai Barat ( Mabar), menggelar misa arwah mohon keselamatan jiwa atas meninggalnya Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Rabu (22/12/2021) di Labuan Bajo.

Misa arwah tersebut digelar di rumah Jabatan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Darius Angkur, yang Ketua DPC PDI-P Kabupaten Manggarai Barat.Hadir puluhan kader PDI-P Mabar dan simpatisan partai serta para undangan.

“Misa arwah ini untuk mengenangkan Bapak Frans Lebu Raya. Sebagai kader PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, kami merasa kehilangan atas kepergian beliau karena sosok beliau ini menjadi panutan bagi kami generasi di PDI Perjuangan NTT. Kami bisa menjadi pemimpin saat ini berkat kaderisasi yang dilahirkan oleh beliau. Kita semua tahu bahwa beliau ini selain dia sukses memimpin di partai politik juga sukses memimpin pemerintahan,” urai Darius Angkur kepada wartawan media ini di Labuan Bajo, Rabu (22/12/2021) malam.

Ia menceritakan, sosok Frans Lebu Raya dalam karir politiknya cukup lama termasuk dalam tataran pemerintahan.

Almarhum adalah Mantan Ketua DPD PDI-P Provinsi NTT selama 19 tahun sejak hasil Konfercab Ende Tahun 2000 sampai dengan 2019 dan pernah menjadi Wakil Ketua DPRD NTT Tahun 2009.Di bidang pemerintahan, almarhum adalah Mantan Gubernur NTT selama 10 tahun, dan Mantan Wakil Gubernur NTT selama 5 tahun.

Di mata Darius, almarhum adalah sosok pemimpin yang menjadi panutan, baik bagi para kader partai maupun untuk masyarakat NTT.

“Sosok beliau ini sangat sulit untuk kami dapat. Namun, sebagai kadernya beliau, kami sangat optimis bahwa kami di PDI Perjuangan NTT tetap mewarisi dan melanjutkan perjuangan beliau supaya partai ini menjadi partai wong cilik,” kenang Darius yang juga Putra Kelahiran Kecamatan Welak, Manggarai Barat itu.

“Di mata dan hati saya, beliau ini adalah sosok seorang pemimpin, dia adalah seorang bapak bagi kami kader di PDI Perjuangan NTT. Dia seorang bapak yang sangat bijak. Saya pernah dengar dari pernyataan beliau dulu bahwa kalau kita mau menjadi pemimpin besar yang pertama itu adalah kerendahan hati terhadap siapa saja, kedua menurut beliau supaya kita dikenang kita harus banyak berbuat, dan menjadi teladan-teladan. Itulah yang membuat PDI-P di Nusa Tenggara Timur sangat sukses sampai hari ini,” kesan Darius.

Sebagai kadernya armahum, Darius tidak melupakan atas jasa baiknya.Sebagai wujud balas jasa atas kebaikan almarhum, Darius bersama rekan -rekan se-partainya, simpatisan dan masyarakat Manggarai Barat menggelar misa arwah kepergian almarhum, Rabu (22/12/2021) malam.

“Ini berangkat dari niat yang tulus dari kader PDI Perjuangan dibawa pimpinanan saya di Mangharai Barat. Kita lahir dari hati yang tulus dan iklas untuk mendoakan beliau, supaya semua jasa baik beliau selama di bumi ini kiranya menjadi pilihan Tuhan. Semoga jiwa almarhum bergabung bersama keluarga kudus di Surga,” doa Darius.

Kata Darius, program yang terpopuler selama almarhum menjadi Gubernur NTT adalah Anggur Merah (Anggaran Menuju Masyarakat Sejahtera). Melalui program ini, seluruh desa di 22 kabupaten/kota di NTT kebagian dana Anggur Merah sebesar Rp 250 juta/desa.

“Saya berpikir, program ini adalah program pro rakyat. Inilah yang membuat beliau dikenang oleh rakyat Nusa Tenggara Timur,” kesan dia.

Dalam konteks Manggarai Barat, lanjut dia, terlalu banyak beliau memberikan sumbang pikiran untuk kemajuan Manggarai Barat termasuk di bidang pariwisata, beliaulah yang mencetuskannya.

“Saya tahu benar Tahun 2013 bagaimana beliau konsen sekali berbicara tentang pariwisata dan di Tahun 2015 dia mengundang Bapak Presiden Republik Indonesia periode pertamanya Bapak Joko Widodo, sehingga pemerintah saat ini begitu gencar memperhatikan Manggarai Barat karena hubungan baik antara Bapak Frans Lebu Raya dengan dengan Bapak Jokowi saat itu,” tutupnya. (fon)