LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Perkumpulan wartawan di Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan 6 poin pernyataan sikap terkait sikap oknum Polisi dari Polda NTT yang menghalang-halangi tugas jurnalistik saat meliput rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak kandungya di Kota Kupang, Provinsi NTT, Selasa (21/12/2021).

Enam pernyataan sikap itu diserahkan kepada Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto, S.I.K, M.Si, Rabu (22/12/2021).

Enam pernyataan sikap itu, pertama, mengutuk keras tindakan aparat kepolisian terhadap wartawan yang hendak melakukan peliputan rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang

Kedua, mendesak Kapolda NTT untuk menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan tindakan penghalangan pada wartawan saat peliputan rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang

Ketiga, menuntut aparat polisi yang bersangkutan untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan publik atas perbuatan menghalangi wartawan yang melakukan peliputan rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang

Empat, meminta Polri untuk melakukan edukasi terhadap aparat kepolisian terkait UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Lima, meminta Polres Manggarai Barat untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik serta menghargai profesionalisme wartawan dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik.

Enam, menuntut Polda NTT untuk segera mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

Penyampaian pernyataan sikap dari wartawan Manggarai Barat tersebut direspon baik oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto, S.I.K, M.Si dan dilanjutkan dengan dialog terbuka yang dilaksanakan di Aula Polres Manggarai Barat.

Saat penyerahan pernyataan sikap itu dihadiri puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Manggarai Barat. (fon)