KUPANG, NTT PEMBARUAN.com –Sejumlah satwa liar di Taman Nasional Komodo (NTK) yang berada di Wilayah  Kabupaten Manggarai Barat dipromosikan pada Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 yang berlangsung sejak tanggal 22 – 24 November 2021 di Pantai Lasiana Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Yunias Jackson Benu salah satu pegawai dari  Balai Taman Nasional Komodo (BNTK) Labuan Bajo kepada media ini di penghujung Jambore HKAN 2021 di Pantai Lasiana Kota Kupang, Rabu (24/11/2021) mengaku senang  mengikuti Jambore HKAN tahun ini.

“Di sini, kita bisa menunjukkan soal kepedulian kita kepada kawasan konservasi dan bagaimana upaya-upaya kita, khususnya di BNTK untuk berpartisipas menjaga lingkungan,  menjaga keindahan alam, dan menjaga kelestarian satwa Komodo  serta ekosistemnya,” kata Jackson.

 Dari Manggarai Barat, mereka mempromosikan sejumlah  satwa  yang hidup dan berkembangbiak di TNK, seperti Komodo, yang pada Tahun 2013 dinobatkan menjadi satu dari tujuh keajaiban alam New Seven Wonders.

Wilayah sebarannya, Pulau  Komodo, 311,5 kilo  meter persegi,  Pulau Rinca, 204,8 kilo meter persegi,   Pulau Padar, 14,1 kilo meter persegi,  Gili Motang, 9,5 kilo meter persegi dan   Nusa Kode, 7,8 kilo meter persegi.

Di TNK juga, pengunjung bisa menjumpai hewan-hewan mamalia seperti Rusa Timor, Babi Hutan, Kuda, dan Kerbau.  Pengunjung juga bisa menjumpai sejumlah jenis burung seperti Burung Elang Bondol, Burung Elang Laut, Burung Kakatua Jambu Kuning, Burung Gosong, Burung Srigunting Wallacea, Burung Kepudang Kuduk Hitam, Burung Pergam Hijau dan Burung Kuakkiau.

Masih di dalam TNK, pengunjung akan menemui sejumlah jenis ular, seperti Ular Hijau, Ular Lidi, Ular Kobra, Sanca Timor, Kakabotek/Ular Bidudak,  dan Ular Tanah, singkatnya semua ekosistem yang ada di bawah laut dan daratan akan dijumpai di sana.

Tertarik dengan keunikan alamnya itu, maka tidak heran kalau banyak pengunjung yang “menyerbu” ke stan pameran yang disediakan oleh BTNK di lokasi HKAN 2021 Pantai Lasiana Kota Kupang, dan hingga hari terakhir, Rabu (24/11/2021) lebih kurang 500 pengunjung yang mendatangi stan tersebut.

Dari pengunjung yang datang, kata Jackson, rata-rata masih banyak hal yang mereka belum tahu tentang Komodo. Karena itu, rasa ingin tahu dari mereka (para pengunjung,red) sangat besar sekali untuk datang langsung ke TNK, tidak sekedar melihat saja, tetapi mau berbuat sesuatu untuk mempertahankan kelestarian satwa Komodo dan ekosistem di dalamnya.

“Kami berusaha untuk menjaga kelestarian satwa Komodo  dan ekosistemnya. Yang sering terjadi adalah kebakaran hutan, dan untuk itu kami akan melakukan pemberdayaan masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat ikut menjaga kawasan konservasi tersebut,” janji Jackson.

Terkait trend pengunjung ke TNK, Jackson mengatakan, mungkin karena terhambat Covid-19, kunjungan wisatawan mancanegara sedikit berkurang. Tetapi, sebaliknya pengunjung domestik meningkat, terutama pada  akhir pekan.

Untuk menarik pengunjung lebih banyak datang ke TNK, pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat terus membangun fasilitas sarana prasarana umum untuk mendukung dunia  pariwisata di Manggarai Barat mulai dari penataan Labuan Bajo, penyedia sarana publik seperti dermaga, trotoar, sarana umum dan sarana kesehatan.

 Di Pulau Rinca sendiri sudah ada penataan sarana prasarana untuk berwisata , sedangkan penginapan difokuskan di Kota Labuan Bajo. Berdasar perhitungan populasi Komodo yang terakhir Tahun 2020, kurang lebih terdata 3.200-an ekor.

Untuk menjaga satwa liar dan ekosistem di TNK lanjut dia, sudah ada koordinasi antara BNTK, Brimod, Polres Mabar, TNI AD,dan TNI AL melakukan patroli rutin dengan menggunakan speed boat sekali dalam  seminggu, dan sekali sebulan dengan kapal patroli dengan melibatkan masyarakat setempat yang juga masyarakat peduli api untuk mencegah kebakaran, terutama pada musim panas.

Rombongan dari Kabupaten Manggarai Barat yang mengikuti HKAN 2021 di Pantai Lasiana Kota Kupang meliputi, BTNK bersama mitra yaitu Komodo Survival Programme (KSP) dan Persatuan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom) (red).