PADA zaman dahulu, di Pulau Komdo hidup seorang Putri. Oleh masyarakat setempat kala itu menyebutnya dengan nama Putri Naga.

Si Putri Naga ini menikah dengan seorang pria bernama Majo. Dari hasil perkawinan mereka, pasangan ini dikarunia anak kembar. Dari dua anak kembar itu,  seorang anak laki-laki bernama Gerong dan seekor bayi kadal betina yang diberi nama Ora.

Gerong dibesarkan di pedesaan, sementara Ora dibiarkan hidup di hutan belantara. Mereka terpisah sejak lahir, sehingga mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

Tahun terus berlalu, suatu hari Gerong berburu rusa di hutan. Saat akan mengambil buruannya, seekor kadal besar muncul dari balik semak dan hendak merampas rusa dari tangan Gerong.

Gerong berusaha mengusirnya, tapi tidak bisa. Saat ia mengangkat tombak hendak membunuh kadal tersebut, tiba-tiba muncul seorang wanita cantik, Sang Putri Naga. Wanita itu melerai sambil berkata kepada Gerong, “Jangan kau bunuh dia. Dia adalah Ora, saudari kembarmu sendiri.  Aku yang melahirkan kalian, perlakukan ia sebaik mungkin karena kalian bersaudara,” demikian kisah Legenda Putri Naga Komodo.(Sumber : Cerita Ishaka Mansur yang tulis oleh Rili Djohani/Erdmann,A.M. 2004,red)

Pintu masuk Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Seperti diketahui, Varanus Komodensis atau Biawak Komodo merupakan jenis kadal terbesar di dunia dan hanya terdapat di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Satwa ini menjadi daya tarik tidak hanya bagi para peneliti, tetapi juga para peminat wisata alam.  Kebanyakan orang mengetahui Biawak Komodo hanya ada di Taman Nasional Komodo, tepatnya di pesisir barat dan utara Pulau Flores.

Hal ini merupakan salah satu penyebab upaya konservasi Biawak Komodo di luar TNK masih kurang mendapat perhatian. Seiring berjalannya waktu, beberapa penelitian terbaru sudah mulai dilaksanakan, namun hasil penelitian tersebut masih dalam bentuk publikasi ilmiah yang relatif sulit diakses oleh pembaca umum.

Tahun 2013 lalu, Komodo dinobatkan menjadi salah  satu dari tujuh keajaiban dunia, yang membanggakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (red/*)