KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021dipusatkan di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dibuka secara resmi oleh Direktur  Jenderal  Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) dan dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Senin, 22 November 2021 pukul 13.00 Wita. 

HKAN yang berlangsung sejak tanggal 22 -24 November 2021 itu akan disatukan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021, dengan tema  Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara  (Bahasa Sangkerta) atau dalam Bahasa Indonesianya  disebut Memupuk Kecintaan Pada Alam dan Budaya Nusantara. 

Kepala BBKSDA NTT, Arif Mahmud didampingi Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT,  Imanuel Ndun dalam acara Temu Media di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Jumat (19/11/2021) petang mengatakan, panitia sudah siap menyambut para peserta HKAN 2021 di Kota Kupang. 

“Sampai dengan hari ini, Jumat (19/11/2021) persiapan kita sudah mencapai 60 persen. Tinggal penambahan tenda dan dekorasi saja. Kita kerja siang malam untuk mengejar target, sehingga pada hari Sabtu, 20 November 2021 persiapannya sudah mencapai 99 persen, dan gladi bersih pada hari Minggu, 21 November 2021,” ujarnya.  

Dari 400 orang peserta yang ditargetkan hadir dalam kegiatan tersebut, namun sampai dengan Jumat (19/11/2021) baru 350 orang yang telah mendaftarkan diri ke panitia dari 74 UPT Taman Nasional maupun UPT BBKSDA se-Indonesia. 

Kepala BBKSDA NTT, Arif Mahmud didampingi Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT, Imanuel Ndun bersama para wartawan dalam acara Temu Media di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Jumat (19/11/2021) petang.

350 peserta yang sudah mendaftarkan diri itu, lanjut dia,  sudah memesan tempat  penginapannya di sejumlah hotel di Kota Kupang, seperti Hotel Aston, On The Rock,   Hotel Sotys, Hotel Kristal,Hotel Neo, dan  Hotel T-More. 

“Tadinya, kita rencanakan  akan melakukan penanaman mangrove di Pantai Oesapa, tetapi karena ada informasi bahwa Presiden tidak jadi datang, sehingga untuk penanaman mangrovenya kita tunda sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Jakarta. Pembukaannya akan dilakukan pada hari Senin, 22 November 2021 pukul 13.00 Wita. Sedangkan, acara puncaknya tanggal 24 November 2021 dimulai jam 09.00 Wita – 12.00 Wita  dihadiri Wakil Menteri LHK. Kami juga sudah minta izin ke Satgas Covid-19 NTT, sehingga dalam pelaksanaan HKAN ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak kurang lebih satu setengah meter,” tutur Arif. 

HKAN ini merupakan acara rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal  Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem yang sebelumnya pada Tahun 2020 dilaksanakan di Kalimantan Timur, Tahun  2019 di Batam, Kepulauan Riau, dan Tahun 2018 di Sulawesi Utara. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, semulanya kegiatan ini dilaksanakan tanggal 8—10 Agustus 2021 lalu, namun karena kondisi pandemi Covid-19 pada waktu itu cukup tinggi sehingga baru dilaksanakan tanggal 22 – 24 November 2021.  

Penundaan itu  mengacu pada surat Sekjen Kementerian LHK tanggal 3 November 2021 kepada Gubernur NTT yang menyatakan  bahwa acara HKAN 2021 akan dilaksanakan pada  akhir November 2021.  

“Pada  saat itu belum ditentukan tanggal pelaksanaannya. Beberapa hari kemudian disampaikan kepada kami, bahwa  HKAN 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 22 -24 November 2021 di Kota Kupang. Dasar itulah, beberapa hari yang lalu, kami segera menyiapkan hal-hal yang terkait persiapan HKAN 2021 yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021,” paparnya. 

“Di samping itu juga, kita akan menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang disediakan di Pantai Lasiana.  Selain itu, kita akan menyelenggarakan Kemah Konservasi atau Jambore  yang diikuti oleh  Pramuka Sakawana Bakti dan Saka Kalpataru yang berada di bawah Kementerian KLHK .  Kemudian diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Kehutanan Makasar yang sementara melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kupang,” sebut  Arif.  

Acara pembukaannya, Senin, 22 November 2021  diisi dengan kegiatan Talk Show yang menampilkan beberapa tokoh budaya dan tokoh konservasi. 

“ Dalam konteks  konservasi, budaya merupakan hal yang patut kita berikan perhatian. Kita melihat, bahwa salah satu kearifan lokal budaya kita terkait dengan konservasi. Dimana,  hubungan antar budaya dan konservasi ini sangat erat.  Kita membutuhkan dukungan dari masyarakat luas, terutama yang masih memiliki adat istiadat budaya yang kental seperti di NTT.  Ini sangat  penting kita lestarikan, untuk sama-sama dengan masyarakat menjaga kawasan konservasi dan potensi-potensi yang ada di dalamnya termasuk tumbuhan, satwa liar, jasa lingkungannya seperti jasa air, jasa panas bumi, jasa wisata , dan  jasa oksigen,”urainya. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT, Imanuel Ndun mengatakan,   lewat teman-teman medialah sebagai corong bagi masyarakat untuk memberikan informasi yang benar terkait pelaksanaan HKAN 2021 yang akan dilaksanakan 22 -24 November 2021 di NTT.  

“Sebagai tuan rumah yang baik,  tentunya kita akan menunjukkan hal-hal yang baik kepada tamu-tamu kita yang datang dari seluruh Indonesia, sehingga mereka senang datang ke Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT,” tutupnya. (red