LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Bidadari Kabupaten Manggarai Barat, Sutanto Werry menyampaikan terima kasih atas kunjungan IAWP di obyek wisata Gua Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (9/11/2021).

Pada acara ini juga Perumda Bidadari berhasil mendapatkan sponsor dari beberapa perusahaan seperti Hydro Coco, Secret Clean Hand Sanitizer, ESB ( POS System ), BNI, JNE dan CV Ucis untuk menjamin kebersihan sebelum dan sesudah acara.

Meramaikan acara ini juga tampil beberapa tarian dari 7 paguyuban yang ada di Labuan Bajo, yaitu Paguyuban Sikka, Ngada, Nagekeo, Padang, Bima, Lamaholot dan Makassar, juga Sanggar Musik Tradisional Labuan Bajo Komodo Banera Art, Sanggar Tari Wela Sambi, Sanggar Tari I-Production, One Day Dance ( Modern Dance ) juga sumbangan lagu dari Paul Hanny & Jojo.

Disamping itu , support dari pihak Kemenpora juga menampilkan beberapa olahraga tradisional seperti permainan enggrang dan bakiak.

Kepada Panitia Pelaksana IAWP 2021, ia berterima kasih karena telah memberikan kepercayaan kepada Perumda Bidadari sebagai panitia pelaksana dalam penerimaan kunjungan peserta IAWP 2021.

“Kita terima kasih kepada panitia dari Mabes Polri yang telah memberikan kepercayaan kepada daerah untuk menjadi panitia penerimaan rombongan dari IAWP 2021. Kali ini, kita mendapat keistimewaan untuk menghendel acara kita sendiri 100 persen. Kita juga mengikutsertakan UMKM yang ada di Manggarai Barat ini”, kata Sutanto saat memberi keterangan pers di Batu Cermin, Selasa (9/11/2021).

Ia juga mengatakan, rata-rata UMKM sudah terkurasi hampir 90 persen, ada yang terkurasi oleh program Kemenpar, ASDP dan juga dari Kementrian Koperasi.

“Nah, rata-rata UMKM ini hampir 90 persen semua sudah terkurasi, baik yang terkurasi oleh program Kemenpar, ada yang dari ASDP dan ada juga dari Kementrian Koperasi. Jadi, total semua sekitar 40, tapi ada yang memang berhalangan mereka cancel. Kemudian pertunjukan seni tari, seni musik dan juga paguyuban ada tujuh,” sebut dia.

Untuk besaran omset dari UMKM yang melakukan penjualan di obyek pariwisata Batu Cermin, dirinya mengatakan sampai saat ini belum diketahui.

“Memang secara total nanti saya akan minta dari teman – teman. Kira- kira seberapa besar omset dari UMKM yang ikut, tetapi rata rata saya lewat tadi semua bilang habis. Saya lihat tadi, beberapa yang bolak balik mengambil barang jualannya karena barang jualan pertama hampir habis”, tutur Sutanto.

Dirinya menambahkan, untuk pelaku UMKM di Manggarai Barat yang belum mendapatkan peluang yang sama nanti akan diatur sehingga pelaku UMKM harus menyiapkan produk-produk terbaik.

“Mungkin bagi teman-teman yang belum mendapat peluang yang sama, ini momentumnya sekarang. Jadi, hari ini, Selasa (9/11/2021) bukan yang pertama dan trakhir. Kita mau ke depan, semua berlomba menyiapkan produk yang terbaik. Karena apa, tempatnya sudah semua kita siapkan, manajemen kita atur yang terbaik . Kita bantu buka pasar, kita sudah kerja sama dengan Kementrian Koperasi untuk membantu memasarkan barang kita ke Bali dan ke Jakarta bahkan internasional. Kita didukung BNI, teman -teman dari Bea Cukai juga sudah datang ke sini melihat produk UMKM yang kira- kira bisa dijadikan calon eksportir karena kita tau ada satu UMKM yang sudah diekspor ke luar negeri,” tambahnya.

Ia berharap, dengan antusiasnya para peserta IAWP untuk berbelanja barang jualan, sehingga pelaku UMKM harus berlomba-lomba menaikan kualitas barang dagangannya.

“Harapannya tadi seperti yang saya sebutkan bahwa dengan antusiasnya para peserta untuk belanja berarti secara otomatis kita melihat bahwa memang produk-produk kita itu sudah menarik, sehingga teman-teman lain yang mungkin hari ini, Selasa (9/11/2021) belum mendapatkan kesempatan, supaya berlomba -lomba menaikan kualitas barang-barangnya kita akan melakukan pendampingan secara langsung terjun di lapangan. Jadi, kita buka kesempatan selebar- lebarnya mereka datang ke Perumda Bidadari untuk menunjukan produknya”, harapnya. (fon)