LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Olahraga Tradisional Bakiak dan Egrang ikut menyukseskan kegiatan International Association of Women Police (IAWP) di Batu Cermin, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/11/21).

Dimasukkannya kedua olahraga klasik tersebut dalam ajang IAWP ini merupakan inisiatif Menpora untuk terus menjaga kearifan lokal bangsa Indonesia. Menpora bekerja sama dengan panitia IAWP dan memberi kepercayaan kepada siswa-siswi SMAN 1 Komodo untuk mengambil peran.

Beberapa peserta IAWP ikut menikmati kedua olahraga klasik tersebut secara bergantian.
Para peserta IAWP tampak antusias menikmatinya.

Berkali-kali wajah mereka melemparkan senyum penuh kebahagiaan.

Olahraga Bakiak dan Egrang sendiri merupakan olahraga klasik khas budaya Indonesia.
Hampir semua daerah di Indonesia memainkan olahraga tersebut.

Salah seorang peserta IAWP yang ikut menikmati olahraga tersebut mengaku sangat senang dan terhibur.

Pasalnya, olahraga tersebut sangat sederhana dan memberi sedikit tantangan untuk bisa melakukannya.

“Saya sangat senang dan menikmati permainan ini. Lucu juga sih, karena harus kompak angkat kaki untuk melangkah,” kata salah seorang peserta IAWP yang ikut menyaksikan olahraga tersebut sembari melempar senyum.

Menurutnya, kedua olahraga tersebut memberikan pelajaran yang sangat berarti. Pasalnya kata dia, dalam olahraga Bakiak perlu kekompakan untuk dapat melakukannya.

Hal tersebut sejalan dengan kehidupan sehari-hari yang membutuhkan kebersamaan untuk mencapai kejayaan. “

Sementara, olahraga Egrang dapat mengajarkan kita supaya terus berusaha walaupun berkali-kali jatuh,” ujarnya.

Sementara itu, siswi SMAN 1 Komodo, Ina Lita mengatakan, sudah menjadi kewajiban bersama untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

Apalagi Indonesia, khususnya Kota Labuan Bajo saat ini ramai dikunjungi wisatawan asing.
“Disini kami menunjukan bagaimana cara mainnya kepada tamu luar negeri yang datang agar mereka tertarik. Karena tadi saya dapat pembicaraan dari salah satu tamu luar negeri bahwa ini (olahraga Bakiak dan Egrang) unik dan patut untuk dikembangkan,” tutupnya (fon)