LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com — The 58 Tahun International Association of Women Police (IAWP) akan dibuka secara resmi oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Minggu, 7 November 2021 di Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini sekaligus peninjauan kegiatan vaksinasi masal di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat bersama dengan Panglima TNI.

Konferensi ini dianggap sebagai Konferensi IAWP dengan konsep hybrid pertama dalam sejarah IAWP, sehingga dapat dihadiri oleh peserta melalui platform online maupun offline.

Dalam tradisi Konferensi IAWP, ada beberapa program selama konferensi yang dapat dihadiri oleh peserta, yang saat ini disesuaikan dengan venue acara di Labuan Bajo sebagai berikut: 1.  Parade of Nations Jln. Utama Kota Labuan Bajo pada tanggal 6 November 2021, 2.  Upacara pembukaan di Ballroom hotel Meruorah.  Heritage and Annual Award Recognition 2020/2021, 4.  Upacara Penutupan/ Gala Dinner di Hotel Ayana, dan 5.  Serta Tur Taman Nasional Komodo ke: Pantai Pink, Pulau Padar dan Komodo Pulau.

Selanjutnya, program terpenting dari konferensi ini adalah Training Sessions dimana terdapat 6 keynote meliputi Mendagri, _Under-Secretary-General for Peace Operations dan 4 diantaranya adalah inspiring female leader dari tanah air seperti Menkeu, Menlu, Wamenparekraf, dan Wakapolda Kalimantan Tengah.

Selain itu terdapat 65 pembicara yang akan berbagi keahlian, pengetahuan, pengalaman dan best practice untuk meningkatkan dan mencerahkan.

Adapun tema yang di angkat dalam Konferensi IAWP tahun ini adalah Women at The Center Stage of Policing dengan 5 (lima) sub-thema meliputi:-        Women, Peace and Security –        Women and Leadership –        Police Women and Their Challenges –        The Role of Women in Policing –        Science, Technology and Policing –        Current Issues on Transnational Crimes  

Konferensi ini dihadiri oleh 691 peserta offline dan online dari 38 negara seperti Asia, Australia, Eropa, Amerika, Afrika dan Timur Tengah serta 8 organisasi internasional seperti INTERPOL, ASEANAPOL, GCCPOL, UNODC, ICRC, UN Women, UNDPO dan JCLEC , dengan rincian sebagai berikut, 245 peserta offline dan 446 peserta online.

Selain itu, peserta Indonesia terdiri dari perwakilan dari masing-masing Polda dan Satuan di Mabes.

Perwakilan ini juga berasal dari berbagai tingkat pangkat dan bidang pekerjaan. Mereka diharapkan menjadi pemimpin masa depan dan memimpin organisasi ini dengan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang memuaskan serta memiliki jaringan yang lebih luas dengan aparat penegak hukum lainnya dari seluruh dunia.(Humas Polri