RUTENG, NTT PEMBARUAN.com–Salah satu program unggulan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng adalah pembuatan Eco Enzyme.

Di bawah komando RD. Robertus Pelita, Komisi PSE Keuskupan Ruteng giat melakukan sosialisasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pembuatan Eco Enzyme ke berbagai paroki yang ada di Wilayah Keuskupan Ruteng. Salah satunya adalah Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Sejak bulan Juni lalu, setelah mendapatkan ilmu pengetahuan cara pembuatan Eco Enzyme, seksi PSE Paroki telah melakukan pelatihan pembuatan Eco Enzyme kepada umat Paroki Narang secara berkala.

Salah satunya, kelompok kategorial Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS – THM) Ranting Paroki Narang.

Beberapa hari usai pelatihan pembuatan Eco Enzyme oleh PSE Keuskupan Ruteng, kelompok kategorial THS-THM melakukan rencana tindak lanjut pembuatan Eco Enzyme. Setelah menunggu selama 90 hari akhirnya, pada Rabu (13/10/2021) kelompok kategorial THS – THM Paroki Narang menikmati hasil panen perdana Eco Enzyme. Kegiatan panen tersebut diadakan di pendopo pastoran Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang.

Salah satu kelompok kategorial Paroki Narang itu mampu memanen hasil rencana tindak lanjut pembuatan Eco Enzyme sekitar 24.000 mililiter.

Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kelompok Kategorial THS – THM Ranting Paroki Narang, Gregorius Ganggur didampingi Wakil Koordinator dan Bendahara THS – THM Ranting Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang, Simon Barus dan Fransiska Feri Kiding.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi Covid 19, Gubernur NTT : Tingkatkan Perekonomian Daerah

Dalam keterangannya, Sekretaris THS – THM Paroki Narang, mengatakan panen cairan multiguna hasil fermentasi limbah makanan tersebut merupakan hasil rencana tindak lanjut pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang diadakan oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng pada bulan Juni lalu.

“Kurang lebih 24.000 mili liter cairan Eco Enzyme, hasil rencana tindak lanjut kegiatan bulan Juni lalu yang diadakan oleh PSE Keuskupan Ruteng, kami panen sore ini (Rabu, 13/10/2021,red). Hasilnya dapat dibagikan kepada semua anggota kelompok kami secara adil dan merata”, terang Grey.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembuatan Eco Ensyme merupakan cara sederhana dari kelompok kategorial THS – THM Paroki Narang dalam mendukung program Keuskupan Ruteng dan wujud pengamalan terhadap Ensiklik Laudato Si dalam merawat bumi dan mengurangi polusi limbah umat dan warga masyarakat di Paroki Narang.

“Pembuatan Eco Enzyme adalah bentuk kepedulian dan cara sederhana kami dalam merawat bumi sebagaimana Gereja Katolik menghendaki agar seluruh umat Katolik di dunia, memiliki tanggung jawab dalam merawat bumi agar tetap menjadi hunian yang sehat. Ini merupakan wujud tanggung jawab kami sebagai umat Katolik dalam mengamalkan Ensiklik Laudato Si”, katanya.

Baca juga :  Menkominfo Gelar Webinar Pemanfaatan Internet di Ruteng

Menurut guru di SMA Negeri 1 Satarmese itu, dengan spirit Pro Patria Et Ecclesia THS – THM Indonesia, dan THS – THM Paroki Narang pada khususnya senantiasa mendukung dalam membangun bangsa dan gereja, dengan cara senantiasa mendukung program atau kegiatan pemerintah dan gereja lokal.

“Kami, anggota THS – THM, dengan spirit Pro Patria Et Ecclesia, senantiasa mendukung program kegiatan pemerintah dan gereja. Mengajarkan dan menanamkan nilai kecintaan pada NKRI dan spiritualitas menurut kami harus bisa diejahwantakan lewat aksi nyata”, tuturnya kepada media ini.

Sementara itu, Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Santa Maria Bunda Segala Bangsa Narang, Bernadus Gatot Paino, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada kelompok kategorial THS – THM Paroki Narang yang telah berhasil membuat Eco Enzyme lewat kegiatan panen perdana sebagai bentuk rencana tindak lanjut pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang diadakan PSE Keuskupan Ruteng.

Inilah hasil panenan Eco Enzyme

“Sebagai Ketua Seksi PSE Paroki Narang, tentu saya bangga dan patut memberikan apresiasi kepada kelompok kategorial THS – THM karena telah berhasil membuat Eco Enzyme. 7Ini adalah hal baik dan motivasi bagi kami yang menangani PSE Paroki dalam kegiatan selanjutnya”, ucap Gatot.

Baca juga :  Nali : Pembangunan Persemaian Modern di Labuan Bajo Murni Bantu Masyarakat

Pria kelahiran Pringsewu, Lampung tersebut menjelaskan, program itu bukan semata-mata untuk membantu mengembangkan kehidupan sosial ekonomi umat Paroki Narang, tetapi juga merupakan langkah konkrit dari PSE Paroki Narang dalam mengurangi polusi limbah umat Paroki Narang, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat demi menjaga bumi tetap sehat.

“Pembuatan Eco enzyme, merupakan salah satu program turunan dari Keuskupan Ruteng dalam pengembangan kehidupan sosial ekonomi umat, tetapi lebih dari pada itu program ini merupakan cara kita mengajarkan kepada umat bagaimana menjaga bumi tetap sehat dan mengurangi polusi limbah”, jelasnya.

Untuk diketahui, hasil panen Eco Enzyme tersebut dibagikan kepada seluruh anggota kelompok kategorial THS – THM Paroki Narang. (fon)