LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com – Melania Mamu (50) mengaku, sejak suaminya ditahan oleh Polres Manggarai Barat dirinya mengalami kesulitan biaya untuk menafkai keluarganya.

Suaminya adalah salah satu dari 21 tersangka yang ditangkap aparat Polres Manggarai Barat di lahan sengketa Golo Mori Labuan Bajo, 2 Juli 2021 lalu.

Kepada media ini di Labuan Bajo, Jumat (17/9/2021), Melania Mamu ( 51 ) mengisahkan semenjak keluarganya ditangkap oleh pihak Kepolisian Resor Manggarai Barat, dirinya mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

” Saya mau pulang ke kampung pak, tetapi saya sangat malu karena masyarakat di sana telah menganggap kami sebagai pembawa masalah, penjahat dan orang-orang yang telah merampaskan tanahnya orang”, kisah Mamu.

Baca juga :  Bocah Febianto Mengaku Masih Merasakan Sakitnya di Bekas Gigitan Komodo

Kata Mamu , keluarganya sangat dikucilkan di tengah masyarakat atas kejadian tersebut.

” Kehidupan kami di sana itu sangat menyedihkan, semua orang melihat kami itu dengan pandangan sinis. Kami juga tidak tahu apa salah kami yang sebenarnya”, ungkap Mamu.

Isak tangis Melania tidak tertahan lagi, ia mengisahkan semenjak suami di tahan di Polres Manggarai Barat, dirinya dengan susah payah untuk mendapatkan biaya operasional setiap hari, bahkan dirinya sekarang merasa sedih memikirkan nasib keluarganya apabila suaminya akan dipecat dari kepala sekolah.

” Semenjak suami saya ditahan pak, saya kesana-kemari cari pinjaman uang untuk biaya operasional kami, tetapi tidak ada yang membantu.

Yang saya takut pak, kalau suami saya dipecat gara- gara masalah ini nanti. Bagaimana sudah nasib keluarga saya pak. Sementara suami saya pada saat itu sedang mengikuti pertemuan di Kantor Desa Golo Mori”, tutur dia.

Baca juga :  Wakapolri Kunjungi RSUD Komodo

Hal yang sama juga dirasakan Maria Bergita ( 43 ) yang mengisahkan beban hidup keluarganya, baik secara psikis maupun ekonomi semenjak suaminya ditahan.”

Kami sedih, stres karena kami dituduh membayar pembunuh bayaran, apa lagi tekanan dari masyarakat maupun dari pihak kepolisian berupa ancaman akan dipenjara”, kisahnya.

Ia berharap, agar pihak kepolisian bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak boleh menilai persoalan hanya dari satu sisi saja.

“Semoga pemerintah, khususnya pihak kepolisian bisa menjalankan tugasnya untuk mengayomi masyarakat akan berjalan dengan baik, dan jangan menilai suatu persoalan hanya dari satu sisi saja”, harapnya. (fon)