LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com – Hingga Kamis, 16 September 2021, belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan pemeliharaan jaringan irigasi Wuncung di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Wewa, Samuel Reja kepada media ini, Kamis (16/9/2021) mengaku, rencana pembangunan tersebut sudah disosialisasikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi II Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Yan Tampani,dkk bersama rekanan di Kantor Camat Lembor dan Kantor Camat Welak.

Selain sosialisasi, kata Samuel, PPK, pengawas lapangan dan pihak rekanan pernah turun langsung melihat kondisi rill di lapangan dan berjanji dikerjakan tahun ini.

Karena sudah memasuki musim hujan, ia berharap, agar pekerjaan tersebut segera dikerjakan dengan sistem tutup 3 hari dan buka 1 hari.

Baca juga :  Ketua DPD PAN Mabar Kukuhkan Pengurus Rantingnya di Sano Nggoang

“Masyarakat minta, kalau jadi dikerjakan maka sistemnya buka tutup. Tutup 3 hari untuk pekerjaan dan buka satu hari untuk mengairi persawahan dan kolam ikan milik warga setempat,” ujar Samuel.

Selain itu, untuk mempermudah akses keluar masuk penyangkutan material perlu dibangun jalan inspeksi minimal 5 meter.

Menurut Samuel, hampir keseluruhan saluran irigasi itu, mulai dari hulu hingga hilir atau sepanjang kurang lebih 8 kilo meter saluran irigasi Wuncung itu mengalami rusak berat baik di lantaii dasar maupun di dinding tembok kiri dan kanan salurannya.

Bukan hanya itu saja, kata Samuel, tetapi hampir semua pintu air mulai dari pintu utama di hulu bendung dan beberapa pintu air lainnya di sepanjang saluran tersebut sudah rusak.

Karena itu, ia minta supaya pembangunannya berkelanjutan dan bersifat menyeluruh sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada rekanan yang sudah dipercayakan untuk mengerjakan saluran irigasi itu, Samuel minta, untuk pekerjakan tenaga lokal setempat, baik dari Desa Wewa maupun Desa Gurung.

Baca juga :  Gubernur NTT Berterima Kasih Kepada Mendagri dan Menkeu

Khusus untuk tenaga operasi pemeliharaan (OP) yang saat ini hanya 1 orang di lapangan, bagi dia, tidak sebanding dengan panjang jaringan irigasi tersebut.

Idealnya, menurut Samuel, 3 orang tenaga OP, sehingga mereka bisa membagi wilayah tugasnya masing – masing.
Karena kekurangan tenaga OP, lanjut dia, maka yang diperhatikannya hanya sebagian saja mulai dari pintu air cabang Lana sampai dengan pintu utama di bendung Wae Renu.

Sedangkan, saluran irigasi menuju Pogo hingga Lale jarang diperhatikan.
Karena itu, dalam waktu dekat ini, ia akan mengusulkan 2 orang lagi untuk menambah tenaga yang ada sehingga totalnya menjadi 3 orang.

Secara terpisah, PPK Irigasi II BWS NT II, Yan Tampani ketika dihubungi via telepon, Rabu (15/9/2021) mengatakan, tetap berkomitmen untuk mengerjakan jaringan irigasi Wuncung tahun ini.

Baca juga :  KLHK Melaksanakan Pembangunan Persemaian Modern di Labuan Bajo

“Tahun ini, kami tetap kerjakan sepanjang 300 meter. Tenaga kerjanya nanti kami ambil dari warga setempat,” janji Yan. (fon/red)