KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, percepatan vaksinasi bagi masyarakat perlu dilakukan dengan baik untuk dapat mendorong ekonomi nasional. Demikian ditegaskannya pada saat meninjau vaksinasi di Gereja GMIT Galed Kelapa Lima Kota Kupang, Senin (13/9/2021).

Dalam tinjauan tersebut, KSAL Yudo juga didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni bersama jajaran Forkopimda.

“Sejak tanggal 23 Juni 2021 yang lalu, kami melaksanakan program vaksinasi dengan tagline Serbuan Vaksinasi Masyarakat Maritim. Kami lakukan mulai dari Sabang sampai Merauke bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Polri. Sampai saat ini sudah 1 juta orang yang divaksin. Kami menyasar kepada daerah – daerah pesisir dan pulau-pulau terpencil,” ujar Laksamana Yudo.

Baca juga :  Gubernur VBL Dukung Laut NTT Akan Dilintasi KLTS 

Laksamana Yudo mengatakan, pihaknya bersama seluruh jajaran TNI dan Polri dan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama menyukseskan program vaksinasi ini demi untuk percepatan penanganan Covid- 19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Hari ini (Senin,13/9/2021,red) kami bersama Bapak Gubernur, Pimpinan DPRD, Kapolda NTT, Danrem Lantamal VII dan Danlanud datang meninjau vaksinasi di Kota Kupang,” ujar Laksamana Yudo.

“Selamat siang rekan-rekan media hari ini (Senin, 13/9/2021,red) kami bersama Forkopimda Provinsi NTT bersama Gubernur NTT, Kapolda NTT, Danrem Lantamal dan Lanud meninjau vaksinasi maritim yang ada di gereja ini.

Tentunya ini juga untuk peningkatan herd immunity di masyarakat Kota Kupang dan vaksinasi ini dihadiri oleh masyarakat, siswa-siswi yang bersekolah untuk persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dan tentunya mereka sudah siap secara fisik sehat dengan baik melakukan vaksinasi ini,” jelas Yudo.

Baca juga :  Pidato Radio Gubernur NTT Pada HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 16 Agustus 2021

“Kami juga mendengar sudah 95% masyarakat Kota Kupang yang divaksin dan semoga bisa tercapai 100% vaksinasi ini sehingga masyarakat bisa kembali aktivitas normal dan juga ekonomi dapat bertumbuh kembali serta aktivitas belajar tatap muka kembali dilaksanakan,” tambahnya.(red/*)