KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Persemaian Modern Permanen Labuan Bajo,  yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) melalui Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina di Kawasan Hutan Produksi Bowosie, tepatnya di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat memberikan manfaat yang besar, baik secara ekologis maupun secara ekonomi  bagi masyarakat Manggarai Barat, khususnya dan masyarakat  Flores pada umumnya.

Pemilihan lokasi itu telah melewati proses panjang atas usulan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Manggarai Barat sejak Tahun 2010 kepada Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Jadi, prosesnya cukup panjang, telah melewati tahapan  analisis lingkungan, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan telah melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Desa Nggorang bersama masyarakatnya yang dekat dengan lokasi pembangunan persemaian saat ini,” jelas Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina, Bambang Hendro Juwono,S.Hut,M.Sc kepada media ini di Kupang, Jumat (10/9/2021).

Bambang yang didampingi  Kasi Evaluasi DAS dan Hutan Lindung, Dolfus Tuames dan Kasi Rehablitasi Hutan dan Lahan (RHL), Agus Subarnas mengaku, pembangunan persemaian modern itu telah mendapat dukungan dari Bupati Manggarai Barat dan masyarakat setempat.

Soal pro dan kontra atas pembangunan itu di lapangan, bagi dia, adalah  hal yang wajar-wajar saja, dan itu akan menjadi masukan baginya untuk terus meningkatkan kordinasi sekaligus memberikan pemahaman tentang manfaat positif kepada masyarakat nanti..

Baca juga :  Ketua DPC Partai Demokrat Mabar Minta Pemda Perhatikan ODGJ

Lebih lanjut, ia mengatakan, persemaian modern yang dibangun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Kawasan Hutan Produksi Bowosie, tepatnya di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat salah satu upaya untuk mendukung Wisata Super Premium Labuan Bajo.

Secara keseluruhan areanya seluas 30 hektar, tetapi nantinya yang  dimanfaatkan untuk persemaian modern hanya  sekitar 8 hektar saja, sedangkan 22 hektar lainnya tidak dibuka (tetap seperti tegakan saat ini, red).

Dengan tersedianya bibit tanaman di persemaian modern itu nanti,  kata dia, akan menciptakan lingkungan yang hijau, indah, udara yang bersih, lahan yang produktif serta iklim mikro yang teduh dan nyaman yang bisa menarik wisatawan mancanegara lebih banyak lagi  datang ke Manggarai Barat, dan Flores pada umumnya.

Persemain modern ini, lanjut Bambang,  selain sebagai lokasi penyedia bibit gratis kepada masyarakat juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi/ penelitian bagi para dosen, guru, siswa/i, mahasiswa/i, para pegawai dan masyarakat umum.

“Dengan adanya program Presiden Jokowi yang menetapkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium, maka kita juga perlu mendukung dengan pembangunan persemaian modern di daerah itu,” tandasnya.

Soal polemik di lapangan, bagi dia, itu merupakan bagian dari sebuah demokrasi, dimana semua orang boleh bebas berpendapat sesuai asumsinya masing-masing.

Baca juga :  Sambut HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, AMPG Mabar Kibar Bendera Merah Putih di Golo Wae Mata

“Tetapi, kami sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Manggarai Barat termasuk Kades Nggorang bersama tokoh masyarakatnya, dan responnya mendukung  karena secara analisis ekonomi dan ekologi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Manggarai Barat, khususnya dan masyarakat  Flores pada umumnya,” papar Bambang.

Kata Bambang,  kawasan hutan produksi yang sementara dibangun sebagai tempat persemaian modern itu merupakan daerah kritis yang hanya tumbuh  alang-alang dan tumbuhan perdu bukan kawasan hutan lindung.

Selain itu, dari pengakuan para sesepuh dan Kades Nggorang kepadanya, lahannya itu dulunya adalah padang gembala ternak kerbau, sapi dan kuda yang tumbuh alang-alang dan tumbuhan perdu, dan masyarakat juga tahu kalau kawasan itu adalah milik negara.

“ Memang kami sudah melakukan sosialisasi, tetapi kalau masih ada  masyarakat yang pro dan kontra, maka kami akan melakukan sosialisasi ulang dengan memberikan pemahaman secara detail lagi kepada masyarakat dalam waktu dekat ini,” janji Bambang.

Benih yang dihasilkan dari persemaian itu nanti akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat dengan  target produksinya 5 juta pohon/tahun. Masyarakat datang cukup  membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja kemudian membawa pulang bibit secara gratis untuk ditanam di atas lahannya masing-masing.

Inilah lokasi pembangunan persemaian modern permanen yang sedang dibangun di Labuan Bajo di Kawasan Hutan Produksi Bowosie, tepatnya di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, proyek persemaian modern ini bisa menyerapkan tenaga kerja banyak,  dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal dari Manggarai Barat sendiri. Di lokasi itu juga akan dikembangkan laboratorium kultur jaringan yang bisa dijadikan sebagai tempat belajar, praktek atau penelitian ilmiah.

Baca juga :  205 KK Terima Sembako dari UPP Kelas II Labuan Bajo

“Kita pastikan tidak ada  air yang keluar dari situ. Semua tetesan hujan yang jatuh pada areal itu, kita masukan ke dalam sumur-sumur resapan. Air hujan itu, kita tampung, dan dimanfaatkan, baik untuk konsumsi maupun untuk penyiraman tanaman. Harapan kita, 3 tahun yang akan datang Desa Nggorang bisa muncul sumber mata air baru,” tukasnya.

Tempat persemaian modern yang dibangun itu, baik untuk tanaman kayu maupun tanaman buah-buahan. Selama ini, buah-buahan yang masuk ke Manggarai Barat kebanyakan didatangkan dari Jawa, sehingga harganya cukup mahal.

Tetapi, dengan adanya persemaian ini nanti, tambahnya lagi, masyarakat akan dikasi secara gratis tanaman buah-buahan lokal seperti advokat dan jeruk untuk ditanam di lahan miliknya masing-masing, dan 2-3 tahun ke depan sudah bisa memetik hasilnya.(red)