KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Tol laut yang sudah diluncurkan Pemerintah Pusat (Pempus) sejak Tahun 2015 mampu menurunkan biaya logistik sampai dengan 30 persen karena ada subsidi dari pemerintah dan juga menekan disparitas harga antar daerah.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayjen Purn (Mar) Buyung Lalana ketika beraudiens dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang kerja Gubernur NTT, Rabu (1/9/2021).  

Buyung yang didampingi Pejabat Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo saat itu mengatakan, sejak diluncurkannya Tol Laut Tahun 20215 mampu menurunkan biaya logistik sampai 30 persen karena ada subsidi dari pemerintah dan juga menekan disparitas harga antar daerah.

Misi utama program tersebut adalah efisiensi biaya pengiriman bahan pokok penting dan muatan balik potensi daerah.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  meminta Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan untuk menjadikan dan menetapkan Pelabuhan Tenau Kupang sebagai salah satu pelabuhan ekspor,  sehingga berbagai potensi unggulan di NTT bisa dikirim langsung  ke negara tujuan.

Terkait Tol Laut, Gubernur VBL  juga minta agar dibuka Tol Laut antar Pulau di NTT.  Di NTT, ada sekitar 50 pelabuhan dan 15 bandara. Dengan adanya kapal yang setiap hari mengelilingi pulau-pulau di NTT, perdagangan akan bisa bertumbuh pesat.

Baca juga :  NTT Miliki Sumber Energi Baru Terbarukan

Selanjutnya, kolaborasi pemerintah bersama PT. Pelindo III terkait pemaparan desain Pelabuhan Tenau sebagai Hub-Port atau Gateway merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang  dilaksanakan di Semau, Kabupaten Kupang selain pengukuhan TPAKD .

Tanggal 1 September 2021, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Boy Robyanto didampingi General Manager Pelindo Cabang Kupang, Agus Nazar melakukan audiensi sekaligus menandatangani kerjasama dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat tentang Sinergi Pengembangan Kawasan Pelabuhan dan Pengelolaan Potensi Bisnis Pelabuhan di Wilayah NTT, Rabu, (1/9/2021) pagi di ruang kerja Gubernur NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pentingnya optimalisasi konektivitas pelayaran dalam daerah dan membuka ruang bagi  investasi pihak swasta di Pelabuhan Tenau Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibenah lagi dan membuka kesempatan kepada para investor swasta untuk bersaing bebas di Pelabuhan Tenau Kupang.  Hal ini penting untuk memperlancar distribusi semua komoditi dari seluruh pulau-pulau bisa terkumpul di Kupang agar pelayaran yang keluar dari NTT itu bisa berjalan dengan baik,” urai Gubernur Laiskodat.

Sementara itu,  Direktur Utama PT. Pelindo III (Persero), Boy Robyanto mengatakan, sebagai BUMN, Pelindo III berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT melalui berbagai program.

Pemerintah Pusat memiliki program Tol Laut, dimana ada 30 jalur Tol Laut, dan 80 persen  rute awalnya dari Surabaya ke Indonesia Timur. Tol Laut memiliki biaya yang besar, sehingga Pelindo telah menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar Kapal Tol Laut bisa juga melayani dalam Provinsi NTT, kata Boy.

Baca juga :  Gubernur Minta Gereja Berkolaborasi Bangun Jemaat

“Tol laut itu membutuhkan biaya besar.  Saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan,  mengapa tidak merubah konsep Kapal Tol Laut sebagai vide, seperti Pelabuhan Tenau Kupang jadi Hub maka Kapal Tol Laut itu bisa melayani hanya di sekitar Kupang seperti Rote, Sabu, Sumba, dan Lembata dengan melibatkan kapal swasta yang harganya bersaing, sehingga menekan cost, dan beban pemerintah , ” tandasnya.

Boy juga menjelaskan, Pelabuhan Tenau bisa menjadi pelabuhan internasional karena punya kedalaman yang mampu untuk menerima kapal-kapal besar. Namun, masih disesuaikan dengan kemampuan logistik di Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibuat jadi Hub untuk kapal-kapal Tol Laut di bagian Indonesia Timur, sehingga semua kapal dari Tol Laut bisa melayani di NTT. Selain itu bisa melibatkan kapal swasta agar menekan cost,” jelas Boy.

“Kami terus menata Pelabuhan Tenau Kupang. Masih banyak tempat yang bisa dioptimalkan. Kami bersyukur pemerintah bisa mendukung kami untuk mengoptimalkan pelabuhan yang ada di NTT, ” jelasnya.

Ia menegaskan, Pelindo berkomitmen tetap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan berbagai program kerja di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

Baca juga :  Yulius : "Saya Berusaha untuk Menghadirkan NasDem di Masyarakat"

Selain Pelabuhan Tenau, Pelindo juga sedang fokus mengembangkan Pelabuhan Wae Kelambu di Labuan Bajo yang rencananya diresmikan Presiden Jokowi di akhir bulan September 2021 mendatang.

“Kami juga fokus mengembangkan Pelabuhan Waingapu di Sumba Timur sesuai arahan Gubernur NTT. Karena, di sana sudah ada pabrik gula, pabrik sampoerna, dan masih banyak perusahaan multinasional yang punya lahan di sana. Selain itu kami juga mendukung program Gubernur di bidang peternakan pengembangbiakan sapi Wagyu,  juga fokus mengembangkan pelabuhan di Kalabahi, karena di sana terkenal sebagai tempat diving yang sangat indah, dan menarik wisatawan. Begitu pula dengan Pelabuhan Reo, Wini, dan Atapupu juga kami fokus untuk kembangkan. Dua pelabuhan ini juga menarik karena berbatasan langsung dengan perbatasan Timor Leste yang kebutuhan logistik juga bagus. Kalau Reo dipersiapkan untuk memback up pelayanan di Wae Kelambu Manggarai Barat, ” pungkasnya. (red/*)