LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com – Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Manggarai Barat, Budi Hartanto menyerahkan 200 sertifikat tanah kepada masyarakat di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabuparen Manggarai Barat, Rabu (1/9/2021) siang.


Penyerahan 200 sertifikat tanah program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tersebut berlangsung di Kantor Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Penyerahan sertifikat tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat.


Kepala Kantor BPN Manggarai Barat, Budi Hartanto menjelaskan penyerahan sertifikat tanah program PTSL tersebut merupakan penyerahan kedua agar terciptanya ketertiban di bidang pertanahan juga mengurangi sengketa konflik di wilayah tersebut.


“Syukur, Desa Galang ini menjadi prioritas dalam program PTSL kali ini dan kita bisa saksikan bersama, hari ini (Rabu, 1/9/2021,red) kita serahkan sebanyak 200 sertifikat,” kata Budi disambut tepuk tangan warga yang hadir.


Lebih lanjut, Budi memaparkan tujuan dilaksanakannya program tersebut. Yang pertama, agar tercipta ketertiban di bidang pertanahan kemudian juga mengurangi sengketa konflik di wilayah ini, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat nyaman, tidak ada lagi tanah-tanah yang diserobot kemudian dijual ke orang lain karena bapak dan ibu sekalian sudah memiliki sertifikat yang merupakan tanda bukti hak yang kuat,” terang Budi.


Sementara itu, Kepala Desa Galang, Marianus Samsung saat dimintai keterangan oleh media ini, menjelaskan bahwa program ini sudah yang kedua kalinya untuk di Desa tersebut.


Ia sangat senang dengan program PTSL dari pertanahan dalam hal ini program pemerintah pusat melalui BPN Mabar.
“Ini yang kedua kali, untuk yang belum dilakukan pemberkasan kemarin dibukakan lagi kesempatan kepada kami di desa ini untuk mengurus berkas tanah- tanah yang sudah diukur itu kami sangat senang dengan program seperti ini dari pertanahan. Apa lagi Desa Galang ini sudah dua kali mendapatkan program PTSL” ujarnya.


Dikatakannya, mekanismenya desa mengajukan usulan dalam bentuk proposal kepada Badan Pertanahan Nasional untuk dilakukan pengukuran di desa.


Bagi masyarakat Desa Galang, kata dia, diharapkan dengan dibukanya peluang lagi untuk pemberkasan sertifikat tersebut agar yang belum bisa melakukan pemberkasan untuk segera diurus.


Mekanismenya, ujar Ari, desa mengajukan usulan dalam bentuk proposal kepada Badan Pertanahan Nasional dalam hal ini BPN Manggarai Barat untuk dilakukan pengukuran di desa.


Unruk yang belum sempat melakukan pemberkasan kemarin, ia berharap, dengan dibukanya peluang lagi untuk pemberkasan ini masayarakat tetap antusias menyiapkan berkas untuk melakukan pemberkasan ulang.


“Harapan kami dengan adanya sertifikat ini paling tidak itu akan seimbang dengan peningkatan kesejahtraan masyarakat kami, karena sertifikat ini bisa dijadikan sebagai bahan jaminan ketika mereka melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan manapun akan mengurangi resiko konflik tanah berkaitan dengan kepemilikan tanah di desa,” tandasnya.


Nobertus Jehatan, salah satu masyarakat Desa Galang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Desa Galang untuk program PTSL melalalui BPN Mabar.


“Saya sangat gembira menerima sertifikat ini. Saya sangat bangga sekali atas program PTSL yang dilakukan pemerintah sekarang melalui BPN Mabar untuk kami di sini. Kami juga sangat bersyukur dengan Pemerintahan Desa yang telah mengabulkan permohonannya kepada Pemerintah Pusat menyangkut pengadaan sertifikat tanah ini” ungkap Nober.(fon)