LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Romo Ansi Syukur,Pr menyumbang sebuah bola kaki dan bola voli kepada pemuda dan pemudi Kampung Lempa, Desa Gurung, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/8/2021).

Sumbangan itu sebagai bentuk  support atau dukungan dari Romo Ansi  untuk memberi semangat kepada  kalangan muda/i Kampung Lempa, terutama dalam hal mengembangkan bakat dan minatnya  di bidang olahraga.

Inisiatif itu, kata Romo Ansi, berawal dari sebuah diskusi kecil-kecilan di dalam Group WhatsApp Gelarang Lempa yang anggotanya adalah Warga Kampung Lempa, baik yang berada di Manggarai maupun di luar Manggarai.

Di dalam Group Gelarang Lempa itu,  lanjut Romo Ansi, ada sejumlah ide yang dibicarakan. Misalnya, di bidang olahraga sepak bola, dimana anak-anak muda  Kampung Lempa memiliki potensi di bidang olahraga sepak bola, namun tidak  ditunjangi dengan kemampuan finansial untuk pengadaan bola kaki dan kostum bola kaki.

Awalnya, Romo Ansi berjanji, untuk menyediakan kostum bola kakinya. Tetapi, karena kostumnya sudah disediakan oleh  Bapak Stefanus Jehanu, salah satu warga Lempa Diaspora yang berada di Kalimantan, sehingga Romo Ansi  menggantinya dengan sumbangan sebuah bola kaki dan bola voli.

Romo Ansi yang juga putra kelahiran Lempa ini mengingatkan para pemuda, untuk bermainlah secara sportif, mengikuti aturan yang berlaku dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.

“Lewat bermain sepak bola, kita bisa mencari bibit-bibit yang baik dari setiap anak kampung di Desa Gurung, untuk kemudian dijadikan satu tim inti yang nantinya bisa masuk ke ajang yang lebih besar ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional. Jadi, bermain bukan sekedar hura-hura, tetapi harus mempunyai target ke depan,” kata Romo Ansi.

Lebih lanjut, Romo Ansi mengatakan, sebagai anak muda harus mampu menangkap setiap peluang yang ada, yang bisa dijual ke luar untuk menjadi daya tarik orang datang ke Lempa.  Jangan sampai peluang yang ada itu dimanfaatkan oleh orang lain.

“ Peluang itu kita harus ambil. Dunia sekarang adalah dunia cita rasa, dan  dunia goyang lidah  mulai dari makanan. Mengapa diberi nama macam-macam nama mie, seperti  mie ayam, mie goreng, mie soto, dan lain-lain. Mengapa tidak disebut mie saja. Tetapi, ini menyangkut cita rasa, sehingga orang pilih sesuai sleranya. Karena itu, apa keunggulannya kita di Lempa yang bisa kita jual ke luar, untuk orang datang  ke Lempa.  Jadi, walaupun banyak klub sepak bola, tetapi tim sepak bola yang ada di Lempa memiliki keunggulan sendiri,” ujar Romo Ansi yang juga Kepala SMA St. Klaus Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai ini. (red)