LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Dalam rangka mendukung destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, perlu dilaksanakan program rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang membutuhkan bibit tanaman kayu-kayuan maupun tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Spesies).Guna menunjang hal tersebut diperlukan persemaian modern di Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai tindak lanjut hal tersebut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui UPT Balai Pengeloalaan DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan Persemaian Modern Labuan Bajo Tahap II yang berlokasi di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat pada wilayah kerja UPT KPH Wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis KPH Manggarai Barat, Stefanus Nali, S.Hut kepada media ini saat dirinya selesai rapat di Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat ( 27/8/2021).

“Itu bagian dari pengelolaan hutan, itu kita memanfaatkan kawasan itu merehabilitasi lahan kritis yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dan pada umumnya untuk daratan flores karena yang kita bangun disini untuk kebutuhan satu daratan flores sumber bibitnya dari manggarai Barat semua,” ungkapnya.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polres Manggarai Barat Ikut Pelatihan 3T

Ia mengatakan pembabatan hutan yang terjadi dalam rangka pengelolaan untuk lebih banyak merehabilitasi hutan yang ada.”Saya pikir tidak pembabatan hutan, ini dalam rangka kita pengelolaan untuk lebih banyak kita merehabilitasi” katanya.

Terkait mata air yang ada di lokasi kata Nali, pembangunan tempat persemaian permanen tersebut tidak akan dirusak oleh pembangunan tersebut.

“Mata air yang ada justru kita manfaatkan untuk pengelolaan persemaian itu tidak mungkin kita merusak mata air,”ujarnya.Ia mengakui kekeliruan yang terjadi saat ini, pihaknya memang kurang menyampaikan kepada masyarakat secara besar-besaran sehingga ada mis komunikasi.

“Penyampaian kita ke masyarakat memang agak kurang, sehingga ada mis komunikasi. Pengertian masyarakat sehingga keliru, kita memang belum menyampaikan itu kepada masyarakat secara besar-besaran begitu” akunya.

Lanjutnya menjelaskan, program tersebut nantinya akan dibangun dengan Laboratorium Kultur Jaringan. Tanaman pohon itu kata dia nanti diambil dan dikelola di lab tersebut sehingga dari jaringan itu akan tumbuh tanaman baru yang bukan hanya dari benih tapi juga darii jarinagan serta bukan hanya dari biji.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

“Persemaian permanen ini nanti akan dibangun dengan laboratorium kultur jaringan. Laboratorium ini hanya beberapa daerah saja yang punya termasuk kita sala satunya”, lanjutnya.

“Laboratorium kultur jaringan ini kedepan tanaman itu bisa tumbuh dari jaringan daun atau jaringan batang. Tanaman pohon itu nanti diambil dikelola di lab dari jaringan itu akan tumbuh tanaman baru, jadi bukan hanya dari benih tapi juga dari jaringan, bukan hanya dari biji nanti yang kita harapkan tapi juga dari jaringan”imbuhnya

“Tapi harapan saya juga bahwa program ini sebenarnya program yang sangat baik untuk kita. Karena kesulitan yang kami alami selama ini adalah kesulitan benih, permintaan yang banyak dari masyarakat sedangkan persediaan kami sangat terbatas, mungkin dengan adanya persemaian yang permanen ini untuk kebutuhan masyarakat kapan saja itu bisa terpenuhi dari persemaian permanen ini,” harapnya.

Pantauan NTT PEMBARUAN.com di lokasi bahwa proyek tersebut merupakan proyek dari pemerintah pusat yaitu Kementrian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) melalui UPT Balai Pengelola DAS dan Hutan Lindung Benain Noelmina yang sedang melaksanakan pembangunan persemaian modern Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021 yang berlokasi di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.Proyek pembangunan persemaian modern dengan nomor kontrak (SPK. 136/BPDASHL.BN/RHL/DAS.2/8/2021), yang berlokasi di Kawasan Hutan Produksi Satar-Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dengan total lahan mencapai 30 hektar.

Baca juga :  Satlantas Polres Mabar Lakukan Donor Darah

Dengan nilai kontrak Rp 39.658.736.000,00 (tiga puluh sembilan miliar enam ratus lima puluh delapan juta tuju ratus tiga puluh enam ribu rupiah). Rencananya persemaian modern yang kini sudah masuk pada tahap II itu akan menghasilkan bibit tanaman sebanyak 5 juta bibit per tahunnya yang akan menunjang destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo dengan jenis tanaman meliputi tanaman hutan. (fon)