KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur  yang terbaru, untuk transportasi udara, para penumpang diwajibkan menunjukkan hasil Rapid Test Antigen dan mengisi e-HAC Indonesia. Sedangkan, sertifikat vaksin ditiadakan.

Hal itu diatur dalam Instruksi Gubernur NTT Nomor : 553.4/50/DISHUB.4/2021 tentang perpanjangan pelayanan angkutan transportasi bagi pelaku perjalanan di masa penerapan perpajangan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang berlaku sejak tanggal 16 –31 Agustus 2021.

“Untuk perjalan keluar NTT, seperti ke Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan seterusnya, kita hanya meminta para  penumpang untuk menyesuaikan pemberlakuan di daerah tujuan masing-masing,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka melalui Sekretaris Dinas Perhubungan NTT, Yos Rasi kepada media ini di Kupang, Senin (16/8/2021).

Kata Yos, untuk  perjalanan udara, hanya memberlakukan wajib Rapid Test Antigen 1 X 24 jam, mengisi e-HAC Indonesia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak,  dan mencuci tangan.  Sedangkan, syarat vaksin ditiadakan. Alasannya, menurut dia, karena ketersediaan vaksin saat ini terbatas.

 “Jika kita mewajibkan vaksin, maka masyarakat akan mengalami kesulitan, terutama berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya urgen, seperti pergi untuk kuliah/sekolah, dan masyarakat tertentu yang membutuhkan pergi ke tempat lain,” tandas Yos.

Dengan keterbatasan vaksin, lanjut dia, maka Gubernur NTT mengambil kebijakan syarat vaksin untuk perjalanan udara ditiadakan. Tetapi, Rapid Test Antigen wajib 1 X 24 jam dan mengisi e-HAC Indonesia yang berlaku untuk  penerbangan di dalam NTT maupun ke luar NTT.

“Kita meminta kepada masyarakat, untuk menyesuaikan pemberlakuan di daerah tujuan. Ketika di daerah tujuan, mewajiban PCR tinggal menyesuaikan saja. Ketika menghadapi kendala belum divaksin solusinya di Bandara El Tari Kupang sudah menyiapkan tempat untuk  dilakukan vaksin gratis. Syaratnya, cukup menunjukkan tiket pemberangkatan bisa pada H-1 atau beberapa jam sebelum pemberangkatan,” urainya.

Baca juga :  Kapolda NTT Tatap Muka dengan Jajaran Polres Mabar

Kemudian, untuktransportasi laut dari luar NTT masuk ke NTT hanya diperbolehkan di Pelabuhan Tenau Kupang saja, sedangkan pelabuhan lain di NTT tidak diperbolehkan.  Lalu mengapa hanya dibolehkan di Pelabuhan Tenau Kupang saja, kata Yos, karena  fasilitas dan tenaga memadai serta  mudah dikendalikan/ dikontrol.

“Ketika mereka (para penumpang,red) tiba di Pelabuhan Tenau, maka petugas –petugas medis akan melakukan screening terhadap para penumpang. Ketika terjadi hal-hal yang  kita tidak inginkan maka segera ditangani, sehingga tidak terjadi perluasan virus dari penumpang maupun perjalanan angkutan laut, baik itu kapal pelni maupun  kapal pelayaran rakyat  yang datang masuk ke NTT hanya dibolehkan di Pelabuhan Tenau Kupang saja. Sedangkan, angkutan laut yang melintasi antar kabupaten/kota di NTT diperbolehkan seperti kapal rakyat dengan wajib Rapid Test Antigen 1 X 24 jam,” terang Yos.

Khusus angkutan penyebrangan di NTT ada dua operator, yaitu ASDP milik BUMN dan PT. Flobamor milik BUMD. ASDP memiliki 8 fery dan PT.Flobamor memiliki  3 fery, dan  kedua-duanya diperbolehkan melayani seluruh rute perjalanan di NTT dengan wajib Rapid Test Antigen 1 X 24 jam, dan e-HAC Indonesia.

 “Kita memperbolehkan kapal laut  maupun kapal penyebrangan yang keluar NTT asalkan mematuhi aturan yang berlaku di daerah tujuan. Kita berlakukan ini sampai dengan tanggal 31 Agustus 2021 mendatang,”ujarnya.

Dalam rapat secara virtual dengan Menko Perekonomian pada tanggal 25 Juli 2021 lalu, dimana pada saat itu Menko Perekonomian melaporkan NTT sebanyak 40 orang yang terpapar virus varian delta tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Sikka dan Sumba Timur dan tambah yang baru Ende. Namun, yang terbanyak terpapar ada di Kota Kupang, papar dia.

Baca juga :  KM Lexxy Terbakar di Labuan Bajo, 20 Penumpang, 1 Kapten dan 8 ABK Selamat

Ia berharap, dengan pembatasan perjalanan angkutan laut dan penyebrangan dari luar NTT paling tidak  bisa mengurangi masuknya orang-orang baru yang membawa virus Covid-19, apa lagi virus varian baru delta.

Inilah isi instruksi terbaru Gubernur NTT,  pertama, melakukan pembatasan pelayanan angkutan udara, laut dan penyeberangan yang diberlakukan terhitung mulai tanggal 16 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2021.

Kedua, operator angkutan udara agar memberlakukan syarat perjalanan udara bagi penumpang dari luar wilayah Nusa Tenggara Timur wajib menunjukkan minimal surat vaksin pertama, surat hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia, sedangkan bagi pelaku perjalanan keluar wilayah Nusa Tenggara Timur mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku di daerah tujuan.

Ketiga, operator angkutan udara agar memberlakukan syarat perjalanan udara bagi penumpang di dalam wilayah Nusa Tenggara Timur tidak harus memiliki/menunjukkan surat vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Keempat, melarang atau tidak memperbolehkan perjalanan penumpang dengan menggunakan kapal laut, kapal perintis, kapal motor penyeberangan dan kapal pelayaran rakyat yang masuk dari luar wilayah Nusa Tenggara Timur ke dalam wilayah Nusa Tenggara Timur melalui semua pelabuhan laut dan penyeberangan, kecuali Pelabuhan Tenau Kupang.

Baca juga :  NTT Targetkan Sepuluh Medali Emas Pada PON XX di Papua 2021

Sedangkan, moda transportasi laut dan penyeberangan yang melayani pelaku perjalanan di dalam wilayah NTT diperbolehkan dan beroperasi seperti biasa dengan ketentuan penumpang tidak harus menunjukkan surat vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Kelima, operator angkutan laut agar memperbolehkan/mengizinkan angkutan laut yang masuk dari luar wilayah Nusa Tenggara Timur ke dalam wilayah Nusa Tenggara Timur hanya untuk mengangkut barang dan logistik dengan ketentuan bahwa semua crew dan awak kapal laut wajib menunjukkan minimal surat vaksin pertama dan surat hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, sedangkan kapal laut yang akan keluar dari wilayah Nusa Tenggara Timur mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku di pelabuhan tujuan.

Keenam, melaporkan hasil pelaksanaan instruksi ini kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur. Instruksi ini ditujukan kepada  Walikota Kupang, para Bupati se-NTT,  Operator Angkutan Udara, Operator Angkutan Laut, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, dan Direktur Utama PT. Flobamor. (red)